Tehnik Mengamplas Permukaan Kayu Sebelum Di Finishing

23.50



Pekerjaan mengamplas ntah itu permukaan logam atau pun permukaan kayu, semuanya memiliki aturan atau tehnik tersendiri, agar permukaan benda yang kita amplas tidak menjadi cacat atau rusak, tentunya anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana Tehnik atau cara pengamplasannya, dalam hal ini kita akan memperlajari bagaimana proses pengamplasan permukaan kayu atau veneer sebelum memasuki tahap pengecatan atau tahap finishing, agar hasil finisihingnya bagus, tentu saja tehnik pengamplasan ini sangat penting sekali anda pelajari terlebih dahulu, Tujuan proses pengamplasan itu adalah berfungsi untuk menghaluskan permukaan bahan dengan cara digosokkan dengan amplas, tingkt kehalusan dan kekasaran permukaan amplas pada umumnya ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut. Berikut ini akan kami uraikan proses Pengamplasan kayu secara baik dan benar, mulai dari tahapan persiapan sampai anda mendapatkan hasil amplasan permukaan kayu dan veneer yang anda amplas ke tahap yang cukup halus.


Prinsip pertama dan yang utama pada persiapan proses pengolahan kayu sebelum di finishing adalah untuk membersihkan defect dan cacat kayu sebersih mungkin. Walaupun pada kayu akan tetap ada cacat yang tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dalam hal ini anda perlu mendefinisikan cacat mana yang tergolong minor (kurang penting) dan mana yang tergolong major (penting) sehingga anda bisa menentukan apakah cacat tersebut bisa diterima dengan sistem finishing yang akan anda pakai.

Kebiasaan
Mempersiapkan permukaan untuk finishing seharusnya berawal dari pemilihan bahan baku furniture, sejak anda memilih kayu sebelum diproses ke komponen dengan mempertimbangkan cacat kayu misalnya bebas dari mata kayu, pin holes, blue stain, sapwood atau retak.

Kemudian ketika komponen belum dirakit, permukaan kayu yang bisa diamplas sebisa mungkin lakukan pengamplasan sebaik mungkin sebelum perakitan karena ini akan sangat membantu anda mendapatkan hasil kualitas yang terbaik.
Selayaknya pula kebanyakan jenis finishing berfungsi untuk me(ng)ekspos) serat kayu yag menjadi nilai tinggi dari kayu tersebut.

Memilih Amplas
Beberapa jenis amplas dibuat berdasarkan jenis material. Ada amplas yang khusus dibuat untuk kayu yang keras misalnya. Pilihlah kertas amplas yang tidak mudah rontok.
Kebanyakan orang berpikir bahwa apabila menggunakan kertas amplas yang paling halus berarti akan mendapatkan permukaan kayu yang baik pula. Ini tidak benar, lebih baik pengamplasan dilakukan secara bertahap berdasarkan grit amplas.

Setelah melalui proses mesin atau alat tukang kayu (ketam, serut dll), grit amplas pertama yang optimal bisa menggunakan no 80/100 untuk memotong esrat besar, marking mesin dan ujung-ujung kasar lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan grit 120, 220/240. Pada level ini garis-garis kasar serat sudah tidak terlihat lagi. Apabila anda perlu melanjutkan dengan grit 320 tidak masalah dan ini juga tergantung dari jenis kayu yang digunakan. beberapa jenis kayu keras terutama memang memerlukan pengamplasan hingga grit 320 sebelum finishing.


Metode Pengamplasan
Anda boleh mengamplas berlawanan arah serat hanya pada pengamplasan PERTAMA, berarti pada waktu menggunakan amplas kasar (grit 80/100). Langkah ini berfungsi untuk mempercepat dan memotong serat kayu yang kasar dan membersihkannya dari cacat-cacat kayu lebih cepat, kemudian pengamplasan harus dilanjutkan HANYA searah serat kayu hingga sebelum bahan finishing diaplikasikan. Apabila pengamplasan dilakukan secara manual, sebaiknya gunakan sebatang kayu yang dilapis dengan bahan lebih lunak (softboard) ukuran sekitar 80x40x20mm sebagai 'klos' amplas. Klos ini akan membantu membuat alur pengamplasan lebih rata dan datar. Selain itu pula tangan anda terhindar dari kemungkinan luka karena goresan.



BERIKUT INI JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN FUNGSINYA
Berdasarkan fungsinya, amplas dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
  • Amplas Besi Atau Logam
Amplas besi  adalah amplas yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan sebuah benda kerja berupa besi atau logam, atau  kerak-kerak besi.
  1. Amplas besi terbuat dari baku silicon carbide
  2. Pada amplas besi terdapat nomor, nomor tersebut berkisar dari angka 1 sampai 300, yang menandakan tingkat kehalusan dan kekasaran dari amplas tersebut. Cara membacanya angka 1 merupakan amplas kasar, dan amplas 300 merupakan amplas super halus, Jadi makin besar nomor yang terdapat pada amplas maka tingkat kekasaran amplas tersebut makin halus.
  3. Namun realitas yang terjadi dilapangan, jenis angka yang beredar biasanya dimulai dari angka 100 sampai 1000, akan sangat jarang sebuah tokoh mensuply stock ampals dengan tingkat kehalusan secara berurutan, biasanya sebuah toko bangunan atau toko cat yang mempunyai stock amplas dengan kelipatan 100, 200, 300, 400, 600, 800, 1000, 1500. Ini merupakan contoh ukuran amplas yang dijual dipasaran.
  4. Kenapa ukuran amplas berbeda, karena partikel yang digunakan  berbeda, sesuai dengan kegunaan amplas tersebut. jenis-jenis amplas yang tepat agar penggunaannya tidak malah merusak komponen kendaraan.

  • Amplas Kayu
Amplas kayu adalah suatu jenis amplas yang digunakan meratakan atau menghaluskan benda kerja dalam bentuk kayu. Jenis amplas kayu tidak jauh beda dengan amplas besi atau logam, hanya terletak pada penggunaannya. Karena yang berhubung ini mata kuliah teori dan cat, maka jenis amplas yang dibahas adalah yang berhubungan mata kuliah ini.


JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan penggunaannya, amplas dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : Amplas kering dan amplas basah
  • Amplas Kering
Amplas kering adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratan atau menghaluskan benda kerja atau panel  tampa cairan.
  • Amplas Basah
Amplas basah adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratakan atau menghaluskan benda kerja dengan menggunakan air atau spertus secara bersamaan.  Kedua amplas ini masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya tersendiri.


KELEBIHAN  DAN KEKURANGAN AMPALAS KERING DAN BASAH

Kedua jenis amplas ini mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing, yaitu :
Kelebihan atau keuntungannya
  • kertas amplas tahan lama
  • pekerjaan lebih cepat selesai
  • lantai tempat kerja tidak becek
  • tidak perlu isolasi
Kekurangannya menggunakan kertas amplas kering:
  • Menimbulkan debu di mana-mana
  • Suara berisik
  • Kertas amplas mudah kotor mudah tertutup
  • Hasilnya tidak bisa langsung dilihat
Kelebihan atau keuntungan kertas amplas basah :
  • Tidak menimbulkan debu
  • Kertas amplas tidak lekas kotor tidak lekas tertutup
  • Hasilnya bisa langsung diliha
Kekurangannya menggunakan kertas amplas basah:
  • Waktu pengeringan lebih lama
  • Tempat kerja jadi becek
  • Harus menyediakan air
  • Pengejaan lebih lama dan butuh isolasi
  • Kertas amplas tidak tahan lama
BERIKUT INI CARA MENGAMPLAS YANG BAIK DAN BENAR
  •  Pilih kertas amplas yang sesuai, kemudian potong menjadi 4 bagian
  • Pegang kertas amplas, jika menggunakan landasan maka sisi kertas amplas harus        dipegang rapat landasan jangan menggunakan bahan yang keras (kayu / besi)
  • Tekan kertas amplas secukupnya kemudian gerakkan pada permukaan. Untuk permukaan yang rata, gunakan landasan yang rata pula

6.)   BERMACAM-MACAM BENTUK AMPLAS, MATERIAL SERTA KEKASARANNYA.
Berdasarkan bentuk, material serta kekasarannya, amplas diklasifikasi menjadi beberapa aitem yaitu :
a).  Klasifikasi Bentuk, berdasarkan bentuknya amplas dibedakan menjadi tipe roll dan tipe lembaran. Tipe roll ada yang berbentuk membulat dan ada yang berbentuk empat persegi panjang. Demikian juga tipe lembaran dibedakan dalam bentuk bulat dan empat persegi panjang.


7
8

b). Klasifikasi cara pemasangan, berdasarkan klasifikasinya amplas dibedakan tipe adhesive, tipe velcro, dan tipe non adhisive.
c). Klasifikasi material, berdasarkan materialnya perbendaan didasarkan   pada jenis   material belakang dan material partikel abrasifnya.
Berdasarkan material belakang ada empat jenis, yaitu kertas, kertas tahan air, kain, dan fiberglass.
Ditinjau dari  material partikel abrasifnya dibedakan ada yang terbuat dari silicon carbide, dan ada yang terbuat dari oxidized aluminium. Amplas terdiri dari partikel abrasif yang diletakkan pada material backing. Partikel abrasif yang terbuat dari silicon carbide, terpecah-pecah menjadi butiran kecil pada saat pengamplasan, dan secara konstan memunculkan tepian yang baru dan tajam.
Partikel-partikel ini sangat sesuai untuk mengamlpas (sanding) cat yang relatif lunak. Sebaliknya, karena partikel aluminium oxide sangat kuat dan tahan aus, maka material ini sangat sesua untuk mengamplas (sanding) cat yang relatif keras.   Ada dua metode yang digunakan dalam melapisi partikel abrasive pada material backing, yaitu metode lapisan terbuka dan lapisan tertutup. Pada metode lapisan terbuka, ada jarak yang lebih lebar diantara partikel-pertikel. Hal ini memungkinkan partikel yang diamplas terlepas dari partikel abrasif, dan mencegah permukaan amplas menjadi ntersumbat. Metode lapisan terbuka ini terutama digunakan untuk pengamplasan kering (dry-sanding).
Amplas tipe lapisan tertutup memiliki partikel abrasif yang dikemas rapat dan digunakan terutama untuk pengamplasan basah (wet sanding), dimana tidak ada resiko amplas menjadi tersumbat.

d). Klasifikasi Grit (kekerasan)
Nomor grit biasanya dicetak pada bagian belakang amplas. Semakin besar  nomor grit, semakin halus partikel abrasifnya.
Rentang nomor dari nomor grit yang digunakan untuk pengecatan automotif adalah antara #60 dan #2000.


Tabel berikut memperlihatkan perbedaan nomor grit secara umum.
No.grit
#60
#80
#120
#180
#240
#320
#600
#1000
#2000
Tipe pekerjaan
Menghapus Cat








Mengamplas dempul Plastik








Mengamplas surfacer








Mengamplas cepat setelah aplikasi top coat


Sebelum menggunakan amplas, faktor yang sangat penting adalah memilih  nomor grit yang berpengaruh pada hasil kerja, dan seberapa lama pekerjaan dilakukan.
Sebagai contoh pemborosan waktu dan tenaga akan terjadi, apabila amplas dengan kekasaran yang halus, misal #600 digunakan untuk mengupas cat aslinya, apabila top coat diaplikasi setelah mengupas permukaan dengan amplas yang memiliki grit #60, maka tidak akan diperoleh lapisan akhir yang halus, seberapapun lapisan diaplikasikan.
Dalam praktek tanda yang ditinggalkan oleh amplas dengan grit #80 tidak dihilangkan dengan mudah oleh grit #200. oleh sebabitu, yang penting untuk dilakukan adalah berganti pada grit yang lebih halus secara bertahap, sehingga dapat menghilangkan goresan yang ditiggalkan oleh amplas terdahulu.
e). Material sanding tipe lain
Disamping amplas, ada pula material sanding yang lain, yaitu material dimana syntetic fiber dapat dikusutkan seperti felt. Menggunakan adesif, partikel abrasif dikaitkan satu sama lain oleh fiber.
Oleh karena fleksibilitasnya, maka materialini sangat sesuai untuk pekerjaan sanding permukaan yang memiliki konfigurasi panel relatif komplek (rumit), yang tidak mudah dijangkau oleh amplas.
Oleh karena ketahanan air dan keandalannya yang tinggi maka ia dapat digunakan pada pengamplasan basah dan pengamplasan kering


Contoh - contoh Produk selengkapnya bisa anda -->  KLIK DI SINI



Dari Berbagai Sumber






You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images