Profile Company

Kami adalah Kontraktor yang mengerjakan Project Home Interior dan Pengadaan Furniture untuk Rumah Tinggal Pribadi, Villa, Apartemen, Hotel, Ruang Perkantoran, Rumah ibadah (Bangku gereja, mimbar dll) dan Pekerjaan Partisi Untuk Segala Ruangan, Berbekal Dengan Berbagai Pengalaman di Bidangnya Sejak Tahun 1974 hingga saat ini, dan berangkat dari Keahlian di bidang pembuatan furniture klasik dengan merek dagang kami yang sudah Go International, Hingga saat ini perusahaan kami terus berkembang dan terus berinovasi, sampai akhirnya pada abad ke 20 kami masih terus menyesuaikan diri dengan perkembangan Design Furniture Moderen yang mendunia saat ini, semuanya kami adopsi dan kami kemas serta dikembangkan bersama - sama para lulusan sarjana tehnik design interior dan para sarjana tehnik industri perkayuan dari universitas ternama, selanjutnya Proses pembuatan Furniture kami kerjakan dengan presisi mempergunakan mesin - mesin yang berstandar internasional dan di operasikan oleh tenaga - tenaga ahli yang profesional, serta bahan baku yang berkwalitas tinggi dengan kadar kekeringan ( MC) yang terjaga dengan baik melalui proses kiln dry, sehingga furniture produksi kami awet hingga puluhan tahun, tahan rayap dan tahan terhadap segala suhu ruangan  serta kelembaban udara yang berubah - ubah, dengan area Workshop kami yang cukup luas hingga saat ini luasnya mencapai 2,4 Hektar, mencakup semua fasilitas produksi furniture yang mendukung kapasitas produksi kami hingga ribuan unit Furniture perbulan.






Dengan Perjalanan waktu yang panjang dan Berbekal pengalaman tersebut, kami berhasil menghasilkan Ribuan Design Furniture yang inovatif dengan bahan - bahan yang berkwalitas, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami, sehingga tidak ada lagi keraguan bagi anda untuk mempercayakan Project Pembuatan furniture anda kepada kami.



Untuk Keterangan Lebih Lanjut  Dapat Menghubungi Marketing Representative kami

Jika Berminat Anda Dapat Mengunjungi Workshop kami, di jam Kerja - Senin s/d Jumat
Pukul 8:00 WIB s/d 16.00 WIB

Hubungi : Miss Febie Liefste  - Contact  087 821 613 130



 



Benarkah Permukaan Furniture Dengan Lapisan HPL Ternyata Lebih Kuat dan Tahan Panas



Perkembangan Bahan Pelapis Furniture semakin maju, kini lapisan finishing aneka Home Decor dan Furniture tidak lagi di dominasi oleh cat duco, cat NC, Cat PU, Plitur atau sejenisnya, namun berkat hasil riset dan pengujian yang cukup lama dari para pengembang bahan - bahan pelapis untuk industri furniture, maka lahirlah produk yang di beri nama HPL - High Pressure Laminate Yaitu membran laminasi yang di proses dengan tekanan tinggi sehingga menjadi salah satu bahan finishing yang umum digunakan dalam produk mebel dan permukaan interior moderen saat ini. Lantas apakah lapisan HPL ini kwalitasnya lebih baik di banding lapisan finishing berbahan cat Duco, atau cat jenis polyurethane ? apakah kekuatannya sama atau bahkan lebih kuat di banding Lapisan Finishing tradisional ? dan apa saja kelebihan serta kekurangan dari Furniture berbahan HPL ini ? sebagai konsumen akhir, anda harus mengetahuinya, agar uang yang anda belanjakan untuk membeli furnitur bisa mendapatkan produk yang lebih berkwalitas.


Hadirnya Bahan HPL Lebih praktis, cepat dan lebih murah


Intinya Bagi Industri Mebel keuntungan penggunaan Lapisan HPL lebih praktis, cepat dan lebih murah prosesnya, dan bagi konsumen keuntungannya, selain banyak pilihan warna dan corak, Lapisan HPL ini juga lebih kuat dan tahan panas, anti gores, dan anti air. sehingga untuk menjawab Pertanyaan apa kelebihan dan kekurangan HPL sebenarnya dapat di jawab secara Obyektif ?

Intinya HPL memiliki bermacam ragam corak dan warna permukaan yang dapat kita gunakan, dan dari berbagai ragam tersebut yang paling banyak merupakan corak dan warna kayu berbagai jenis. Ada pula warna yang berkesan metalik dan kekinian
HPL memiliki kelebihan : yaitu cukup anti gores dan anti air. Tidak seratus persen anti gores, namun memang material ini kuat berkat bahan utamanya yang merupakan plastik keras PVC dengan permukaan bertekstur. Material ini lebih kuat daripada material sheet yang biasanya digunakan untuk melapisi furniture murah yang dijual di toko-toko furniture biasa.
HPL memiliki kelebihan lain : yaitu pengerjaan yang lebih bersih dan ramah lingkungan di bandingkan menggunakan cat duco atau sanding sealer, karena material HPL ini hanya cukup di rekatkan pada permukaan multipleks atau block board


HPL Juga memiliki varian produk 'edging' yang mempermudah pengerjaan furniture pada bagian pinggiran yang tipis.
  1. Prosesnya cukup praktis (tanpa finishing tukang semprot), mudah dan lebih cepat pengerjaannya.
  2. Cost dan biayanya lebih rendah
  3. Furniture yang menggunakan finishing HPL tidak memerlukan tukang khusus finishing, cukup tukang kayu saja.
  4. Warna dan motif furniture akan sama, tidak beresiko belang-belang seperti jika menggunakan finishing cat duco.
  5. Memiliki banyak sekali jenis, mulai dari motif kayu, warna solid, metalik, hingga motif seperti marmer dan granit.
  6. Pemakaian HPL lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
  7. Cocok untuk furniture dengan tampilan yang modern dan minimalis.
  8. Lebih bersih dalam aplikasinya.
  9. Ketahanan yang lebih baik terhadap panas, Minyak dan zat kimia.
  10. Relatif lebih murah.

Namun disamping kelebihan-kelebihan tersebut, ada pula kekurangan material HPL ini, antara lain :

  1. Pengerjaan dengan HPL menyulitkan atau bahkan tidak mungkin untuk membuat bidang yang lengkung terlalu kecil, misalnya sudut lengkung dengan jari-jari 5cm. Karena itu biasanya bidang lengkung yang terlalu kecil tersebut akan menggunakan paduan dengan sheet plastik.
  2. Pemotongan HPL yang kurang sempurna akan mengakibatkan terlihat adanya lapisan ketebalan HPL dan banyak pula kasus HPL terlihat kurang rapi pada sudut-sudutnya.
  3. Secara fisik HPL sangat keras, tingkat flexibelnya rendah dan mudah patah sehingga jika tidak hati-hati akan meningkatkan biaya produksinya.
  4. Lapisan HPL sering lepas jika proses lem nya tidak sempurna
  5. Kurang natural dibandingkan cat melamik, dimana cat melamik dapat menampilkan keaslian motif urat kayu dari material kayu yang dipakai..

Kembali lagi kepada keputusan konsumen, dengan pertimbangan tersebut, apakah anda akan mencoba Furniture dengan Bahan Pelapis dari HPL ini ?



Tip's Merawat Furniture Berlapis HPL


Membersihkan kotoran yang menempel pada furniture berlapis HPL dengan baik akan menjaga daya tahan furniture. Namun selain itu anda tetap harus merawat finishing furniture berlapis HPL ini dengan baik. Perawatan  furnitur finishing berlapis HPL ini dapat dilakukan dengna mudah dengan beberapa cara sebagai berikut :


perawatan furnitur finishing hpl


Untuk membersihkan bintik-bintik noda pada HPL , cukup bersihkan dengan air dan lap dengan kain bersih . Produk pembersih umum di Indonesia mengandung bahan kimia kuat yang dapat couse discorolation pada HPL , oleh karena itu dianjurkan untuk hanya menggunakan air ( dengan tanpa bahan kimia ) untuk membersihkan .

Jangan gunakan , alkohol atau cairan kimia lainnya untuk membersihkan permukaan HPL , karena menyebabkan flek atau cacat .
   
Hindari sinar matahari langsung atau tidak langsung pada HPL karena hal ini dapat menyebabkan perubahan warna pada HPL.

Segera menyeka kelembaban yang mungkin tumpah ke furnitur Anda . Selalu gosok dengan sedikit air . Air yang terlalu banyak akan menyebabkan bintik-bintik putih di permukaan HPL

Bersihkan Dari debu dengan kain kering, anda dapat memoles setiap enam bulan sekali dan akan menambah keindahan furnitur anda

Bersihkan tumpahan dengan kain lembut atau spons , permukaan HPL hanya membutuhkan sabun lembut dan solusi sedikit air untuk menjaga keindahan furnitur Anda tampak seperti baru .



Dari Berbagai Sumber

Bagaimana Mengapplikasikan Lem Pada Permukaan Kayu dan MDF



Pada perusahaan furniture atau woodworking proses perekatan atau pengeleman menjadi faktor teknis yang sangat penting karena akan berakibat pada kwalitas produk yang di pasarkan kepada konsumen. Bagaimana Teknik pemakaian Lem kayu untuk industri furniture ? Dan bagaimana agar mendapatkan kwalitas laminasi yang sempurna serta presisi dengan daya rekat yang kokoh antara bagian yang satu dengan bagian yang lain ? kedua hal ini akan kita uraikan penjelasannya dalam artikel ini. 


Berikut ini Beberapa hal yang harus anda perhatikan agar perekat atau lem yang anda applikasikan pada permukaan kayu atau MDF agar dapat merekat dengan sempurna :

1. Persiapan Bahan Kayu Yang akan di Laminasi

Sebaiknya kayu yang akan di laminasi mempunyai density /berat jenis yang sama,seperti kayu mahoni dengan mahoni,jati dengan jati.
permukaan kayu harus di serut,biasanya melalui mesin double planner/moulding,untuk menghasilkan permukaan kayu yang presisi,tidak bergelombang dan rapat.
diusahakan warna dan serat kayu sama.

2. Kelembaban kayu ( moisture content )

Kelembaban kayu ( mc ) adalah kandungan air didalam kayu.Kayu setelah proses sawmill masih dalam keadaan basah, sehingga harus di keringkan terlebih dahulu di ruang oven ( kiln dry ).
Tujuan dari pengeringan kayu adalah untuk mengurangi kadar air dalam kayu,sehingga waktu proses laminasi kayu tidak ada pergerakan/menyusut dan tidak ada perubahan bentuk/melengkung.
Kadar air dalam kayu ( mc ) yang dibutuhkan untuk industri furniture sekitar 8 - 12 %, selisih mc satu dengan lainnya berkisar 2 %.

3. Jenis lem yang gunakan

Ada beberapa jenis lem yang digunakan untuk proses laminasi kayu,yaitu :

A. Lem PVAc ( Lem Putih )
Adalah lem polyvinnyl acetate yang bisa di katakan lem multiguna,karena banyak digunakan untuk berbagai macam aplikasi,baik di industri kayu,kertas,dll.
lem pvac di bagi beberapa tingkatan yang di golongkan dengan standart D1,D2,D3 atau D4

Penjelaskan tingkatan tersebut sebagai adalah berikut :

   Standart D1 : Lem pvac dengan kadar solid content dibawah 20%,biasanya   
                       banyak digunakan untuk lem kertas biasa.
   Standart D2 : Lem pvac dengan kadar solid content 20 - 35 %,dimana lem
                       tersebut tidak tahan dengan kelembaban air yang tinggi.
   Standart D3 : Lem pvac dengan kadar solid content diatas 40 %,lem dengan
                       standart ini mempunyai kelebihan tahan terhadap
                       air/kelembaban setelah kering.
                       Lem dengan standart ini biasanya di gunakan untuk
                       pemasangan flooring di luar ruangan.
  Standart D4 :  Lem dengan standart ini adalah lem pvac yang paling tinggi
                       kwalitasnya,karena lem jenis ini disamping tahan dengan air
                       juga tahan terhadap suhu tinggi ( 80 derajat celcius ) .

 B. Lem EPI ( Emulsion Polymer Isocyanate )
Lem jenis ini terkenal dengan lem 2 komponen,karena menggunakan campuran hardener dengan perbandingan 1000 grm : 150 grm.
Kelebihan lem jenis ini adalah tahan terhadap 4 musim, baik daerah panas maupun dingin.lem jenis ini mempunyai standart D4 Boil test,karena dalam standart test nya direbus pada temperature 100 derajat celcius selama 4 jam,kemudian direndam air suhu normal,lalu dimasukkan oven 70 derajat selama 18 jam.
Lem ini banyak digunakan di industri perkayuan,baik furniture,flooring maupun woodworking lainnya.
sebagai referensi kita menggunakan lem dengan merk YONA-ADHESIVE dengan type Yona Bond 4700 dan hardener 47, karena banyak digunakan di berbagai pabrik furniture dan kwalitasnya cukup bagus.




  4. Mesin Press Laminating


Ada 2 jenis mesin press untuk proses laminating, yaitu :

A. Mesin cold press laminating


Mesin jenis ini dalam proses laminasi hanya mengandalkan suhu/temperature ruang sekitarnya,waktu yang di perlukan antara 30 - 60 menit,tergantung lebar kayu yang akan dilaminasi.




B. Mesin HF - High Frequensi Press Laminating

Mesin untuk jenis ini dibantu dengan menggunakan gelombang listrik,dimana gelombang listrik tersebut akan mengeringkan kandungan air yang ada pada lem dan kayu, sehingga waktu pengepressan lebih cepat ( max. 10  menit ).

Setelah proses laminating, hendaknya kayu yang sudah dilaminasi jangan langsung di serut terlebih dahulu,agar kadar air antara kayu satu dengan lainnya merata/ seimbang, biarkan dalam suhu ruangan sekitar 24 jam agar lem dan kayu benar-benar merekat sempurna





Setelah dibiarkan selama 24 jam, bisa dilanjutkan untuk proses selanjutnya, yaitu di serut/ planer.


  


Pada Akhirnya hasil proses laminasi tersebut menghasilkan papan kayu yang merekat dengan sempurna.






Bagaimana Kita Menguji Kekuatan atau Daya Rekat terhadap Lem Kayu yang digunakan ?
Applikasi awal Lem kayu berperan sangat besar dalam hal menentukan kekuatan konstruksi kayu, oleh sebab itu harus di uji daya rekatnya, uraian di bawah ini akan membahas daya rekat jenis lem kayu PVAC (Polyvinyl Acetate) atau lebih dikenal dengan nama lem putih. Untuk melihat seberapa kuat lem yang anda gunakan pada permukaan kayu atau MDF, mari kita lihat beberapa metode pengujian yang praktis berikut ini :

1. Cross Grain - Ilustrasi di bawah adalah pengeleman 2 batang kayu tanpa konstruksi apapun. Setelah lem benar-benar kering, berikan tekanan pada bagian batang yang melintang dengan tekanan secara bertahap dalam beberapa kekuatan dorong yang berbeda.
Dari setiap langkah tersebut, amati pergerakan sambungan dan kondisi terakhir kayu pada saat sambungan terbuka karena tekanan. Dengan menggunakan jenis lem sama dari merek yang berbeda, anda akan menemukan merek lem tertentu yang memiliki ketahanan berbeda.









2. Searah Serat
- Dari sebatang kayu balok, potong dengan sudut potong kurang lebih 15 - 20 derajat. Lalu sambungkan kembali dua potong kayu tersebut dengan menggunakan lem putih. Sambungan tepat pada bekas gergajian.
Setelah lem benar-benar kering, ikat potongan kayu sehingga tidak bergerak dan lakukan tekanan terhadap sisi lainnya secara bertahap sampai kedua batang kayu tersebut terpisah sebagaimana garis pemotongannya (atau kadang serat kayu ikut terbuka).






3. Perendaman - Cara ini lebih cocok untuk pengetesan lem pada perabot luar ruangan (garden furniture). Dua batang kayu dengan ukuran sama dilapiskan menjadi satu (persis proses laminasi) dan tunggu hingga benar-benar kering.
Lalu kayu laminasi tersebut direndam di dalam air hingga meresapnya air akan mempengaruhi sambungan tersebut. Kualitas lem yang baik biasanya akan bertahan lebih lama.

Tentu saja ada beberapa metode lain yang lebih akurat dan aktual yang bisa anda gunakan. Secara praktis, dari ketiga metode di atas akan dapat segera diketahui jenis lem mana yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Untuk menghasilkan pengujian yang fair dan jelas, ada beberapa tip's khusus yang perlu diperhatikan :

1. Gunakan jenis kayu yang sama dengan kekerasan (density) yang tidak jauh berbeda.
2. Lem kayu normalnya harus dibiarkan kering 24 jam setelah penyambungan, namun ada beberapa merek dan jenis lem putih tertentu yang memiliki 'drying time' berbeda. Sebaiknya ikuti petunjuknya dengan seksama.
3. Ukuran kayu untuk pengetesan juga harus sama agar memiliki tekanan yang relatif setara.
4. Lakukan aplikasi pengolesan lem dengan cara yang sama pada semua kayu yang diuji.
5. Jarak titik tekanan dengan titik pusat sambungan harus sama, sehingga moment yang diterima juga sama.


Contoh - Contoh Lem Kayu Berikut Data teknisnya


Lem Kayu Weber WI 280


Nama                        : Lem Putih PVAc

Type                         : WI 280

Warna                       : Putih

Fase                         : Emulsion

Aplikasi                     : lem kayu, lem kertas

Waktu Matang            : 6 Jam pada temperature kamar di kayu


Data Teknis    

Basis Polymer                : PVAc – modified

Protective colloid           : Polyvinyl alcohol

Pelarut                          : Air

Viscositas     : 32000-38000 cps (Brookf. RVT, sp. 6/ 10 rpm)

Solid Contain           : 44 % ± 1

Applikasi :

Bersihkan permukaan kayu yang akan dilem

Oleskan Lem Putih PVAc cobra WI 280 pada kedua permukaan yang akan dilem.

Rekatkan kedua permukaan yang sudah diolesi lem dan tekan.

Untuk hasil maksimal tunggu hingga 6 Jam sebelum digunakan.



Lem Kayu Weber WI 120


Nama                     : Lem Putih PVAc

Type                      : WI 120

Warna                    : Putih

Fase                      : Emulsion

Aplikasi                 : lem kayu, lem kertas

Waktu Matang       : 6 Jam pada temperature kamar di kayu



Data Teknis    

Basis Polymer                      : PVAc – modified

Protective colloid             : Polyvinyl alcohol

Pelarut                              : Air

Viscositas                        : 35000-40000 cps (Brookf. RVT, sp. 6/ 10 rpm)

Solid Contain           : 35 % ± 1


Applikasi :

Oleskan secara tipis dan merata pada salah satu permukaan benda sedang untuk kayu oleskan pada keduanya

Tekan selama ± 20 menit

Tunggu 6 jam dan siap digunakan



LEM PUTIH PVAc ( special for plamur)


Nama                    : Lem Putih PVAc

Type                      : WI 698 ADT

Warna                   : Putih

Fase                     : Emulsion

Aplikasi                : Plamir



Data Teknis

Basis Polymer                   : PVAc – modified

Protective colloid             : Polyvinyl alcohol

Pelarut                              : Air

Viscositas                          : 40000-80000 cps (Brookf. RVT, sp. 6/ 10 rpm)

Solid Contain                   : 30 % ± 1

Keunggulan Polymer       : dapat menahan penguapan air sehingga plamir tidak cepat kering



Applikasi :


Campurkan Lem & Calcium Carbonate mesh 800 dengan perbandingan 1 : 3

Dan untuk meningkatkan daya tahan terhadap air, dapat ditambahkan semen putih sebanyak ½ - 1 bagian berat lem-nya.




Dari Berbagai Sumber

Like us on Facebook

Flickr Images