Profile Company

Kami adalah Kontraktor yang mengerjakan Project Home Interior dan Pengadaan Furniture untuk Rumah Tinggal Pribadi, Villa, Apartemen, Hotel, Ruang Perkantoran, Rumah ibadah (Bangku gereja, mimbar dll) dan Pekerjaan Partisi Untuk Segala Ruangan, Berbekal Dengan Berbagai Pengalaman di Bidangnya Sejak Tahun 1974 hingga saat ini, dan berangkat dari Keahlian di bidang pembuatan furniture klasik dengan merek dagang kami yang sudah Go International, Hingga saat ini perusahaan kami terus berkembang dan terus berinovasi, sampai akhirnya pada abad ke 20 kami masih terus menyesuaikan diri dengan perkembangan Design Furniture Moderen yang mendunia saat ini, semuanya kami adopsi dan kami kemas serta dikembangkan bersama - sama para lulusan sarjana tehnik design interior dan para sarjana tehnik industri perkayuan dari universitas ternama, selanjutnya Proses pembuatan Furniture kami kerjakan dengan presisi mempergunakan mesin - mesin yang berstandar internasional dan di operasikan oleh tenaga - tenaga ahli yang profesional, serta bahan baku yang berkwalitas tinggi dengan kadar kekeringan ( MC) yang terjaga dengan baik melalui proses kiln dry, sehingga furniture produksi kami awet hingga puluhan tahun, tahan rayap dan tahan terhadap segala suhu ruangan  serta kelembaban udara yang berubah - ubah, dengan area Workshop kami yang cukup luas hingga saat ini luasnya mencapai 2,4 Hektar, mencakup semua fasilitas produksi furniture yang mendukung kapasitas produksi kami hingga ribuan unit Furniture perbulan.






Dengan Perjalanan waktu yang panjang dan Berbekal pengalaman tersebut, kami berhasil menghasilkan Ribuan Design Furniture yang inovatif dengan bahan - bahan yang berkwalitas, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami, sehingga tidak ada lagi keraguan bagi anda untuk mempercayakan Project Pembuatan furniture anda kepada kami.



Untuk Keterangan Lebih Lanjut  Dapat Menghubungi Marketing Representative kami

Jika Berminat Anda Dapat Mengunjungi Workshop kami, di jam Kerja - Senin s/d Jumat
Pukul 8:00 WIB s/d 16.00 WIB

Hubungi : Miss Febie Liefste  - Contact  087 821 613 130



 



Tehnik Mengamplas Permukaan Kayu Sebelum Di Finishing



Pekerjaan mengamplas ntah itu permukaan logam atau pun permukaan kayu, semuanya memiliki aturan atau tehnik tersendiri, agar permukaan benda yang kita amplas tidak menjadi cacat atau rusak, tentunya anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana Tehnik atau cara pengamplasannya, dalam hal ini kita akan memperlajari bagaimana proses pengamplasan permukaan kayu atau veneer sebelum memasuki tahap pengecatan atau tahap finishing, agar hasil finisihingnya bagus, tentu saja tehnik pengamplasan ini sangat penting sekali anda pelajari terlebih dahulu, Tujuan proses pengamplasan itu adalah berfungsi untuk menghaluskan permukaan bahan dengan cara digosokkan dengan amplas, tingkt kehalusan dan kekasaran permukaan amplas pada umumnya ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut. Berikut ini akan kami uraikan proses Pengamplasan kayu secara baik dan benar, mulai dari tahapan persiapan sampai anda mendapatkan hasil amplasan permukaan kayu dan veneer yang anda amplas ke tahap yang cukup halus.


Prinsip pertama dan yang utama pada persiapan proses pengolahan kayu sebelum di finishing adalah untuk membersihkan defect dan cacat kayu sebersih mungkin. Walaupun pada kayu akan tetap ada cacat yang tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dalam hal ini anda perlu mendefinisikan cacat mana yang tergolong minor (kurang penting) dan mana yang tergolong major (penting) sehingga anda bisa menentukan apakah cacat tersebut bisa diterima dengan sistem finishing yang akan anda pakai.

Kebiasaan
Mempersiapkan permukaan untuk finishing seharusnya berawal dari pemilihan bahan baku furniture, sejak anda memilih kayu sebelum diproses ke komponen dengan mempertimbangkan cacat kayu misalnya bebas dari mata kayu, pin holes, blue stain, sapwood atau retak.

Kemudian ketika komponen belum dirakit, permukaan kayu yang bisa diamplas sebisa mungkin lakukan pengamplasan sebaik mungkin sebelum perakitan karena ini akan sangat membantu anda mendapatkan hasil kualitas yang terbaik.
Selayaknya pula kebanyakan jenis finishing berfungsi untuk me(ng)ekspos) serat kayu yag menjadi nilai tinggi dari kayu tersebut.

Memilih Amplas
Beberapa jenis amplas dibuat berdasarkan jenis material. Ada amplas yang khusus dibuat untuk kayu yang keras misalnya. Pilihlah kertas amplas yang tidak mudah rontok.
Kebanyakan orang berpikir bahwa apabila menggunakan kertas amplas yang paling halus berarti akan mendapatkan permukaan kayu yang baik pula. Ini tidak benar, lebih baik pengamplasan dilakukan secara bertahap berdasarkan grit amplas.

Setelah melalui proses mesin atau alat tukang kayu (ketam, serut dll), grit amplas pertama yang optimal bisa menggunakan no 80/100 untuk memotong esrat besar, marking mesin dan ujung-ujung kasar lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan grit 120, 220/240. Pada level ini garis-garis kasar serat sudah tidak terlihat lagi. Apabila anda perlu melanjutkan dengan grit 320 tidak masalah dan ini juga tergantung dari jenis kayu yang digunakan. beberapa jenis kayu keras terutama memang memerlukan pengamplasan hingga grit 320 sebelum finishing.


Metode Pengamplasan
Anda boleh mengamplas berlawanan arah serat hanya pada pengamplasan PERTAMA, berarti pada waktu menggunakan amplas kasar (grit 80/100). Langkah ini berfungsi untuk mempercepat dan memotong serat kayu yang kasar dan membersihkannya dari cacat-cacat kayu lebih cepat, kemudian pengamplasan harus dilanjutkan HANYA searah serat kayu hingga sebelum bahan finishing diaplikasikan. Apabila pengamplasan dilakukan secara manual, sebaiknya gunakan sebatang kayu yang dilapis dengan bahan lebih lunak (softboard) ukuran sekitar 80x40x20mm sebagai 'klos' amplas. Klos ini akan membantu membuat alur pengamplasan lebih rata dan datar. Selain itu pula tangan anda terhindar dari kemungkinan luka karena goresan.



BERIKUT INI JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN FUNGSINYA

Berdasarkan fungsinya, amplas dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
  • Amplas Besi Atau Logam
Amplas besi  adalah amplas yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan sebuah benda kerja berupa besi atau logam, atau  kerak-kerak besi.
  1. Amplas besi terbuat dari baku silicon carbide
  2. Pada amplas besi terdapat nomor, nomor tersebut berkisar dari angka 1 sampai 300, yang menandakan tingkat kehalusan dan kekasaran dari amplas tersebut. Cara membacanya angka 1 merupakan amplas kasar, dan amplas 300 merupakan amplas super halus, Jadi makin besar nomor yang terdapat pada amplas maka tingkat kekasaran amplas tersebut makin halus.
  3. Namun realitas yang terjadi dilapangan, jenis angka yang beredar biasanya dimulai dari angka 100 sampai 1000, akan sangat jarang sebuah tokoh mensuply stock ampals dengan tingkat kehalusan secara berurutan, biasanya sebuah toko bangunan atau toko cat yang mempunyai stock amplas dengan kelipatan 100, 200, 300, 400, 600, 800, 1000, 1500. Ini merupakan contoh ukuran amplas yang dijual dipasaran.
  4. Kenapa ukuran amplas berbeda, karena partikel yang digunakan  berbeda, sesuai dengan kegunaan amplas tersebut. jenis-jenis amplas yang tepat agar penggunaannya tidak malah merusak komponen kendaraan.

  • Amplas Kayu
Amplas kayu adalah suatu jenis amplas yang digunakan meratakan atau menghaluskan benda kerja dalam bentuk kayu. Jenis amplas kayu tidak jauh beda dengan amplas besi atau logam, hanya terletak pada penggunaannya. Karena yang berhubung ini mata kuliah teori dan cat, maka jenis amplas yang dibahas adalah yang berhubungan mata kuliah ini.


JENIS-JENIS AMPLAS BERDASARKAN PENGGUNAANNYA

Berdasarkan penggunaannya, amplas dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : Amplas kering dan amplas basah
  • Amplas Kering
Amplas kering adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratan atau menghaluskan benda kerja atau panel  tampa cairan.
  • Amplas Basah
Amplas basah adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratakan atau menghaluskan benda kerja dengan menggunakan air atau spertus secara bersamaan.  Kedua amplas ini masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya tersendiri.


KELEBIHAN  DAN KEKURANGAN AMPALAS KERING DAN BASAH

Kedua jenis amplas ini mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing, yaitu :
Kelebihan atau keuntungannya
  • kertas amplas tahan lama
  • pekerjaan lebih cepat selesai
  • lantai tempat kerja tidak becek
  • tidak perlu isolasi
Kekurangannya menggunakan kertas amplas kering:
  • Menimbulkan debu di mana-mana
  • Suara berisik
  • Kertas amplas mudah kotor mudah tertutup
  • Hasilnya tidak bisa langsung dilihat
Kelebihan atau keuntungan kertas amplas basah :
  • Tidak menimbulkan debu
  • Kertas amplas tidak lekas kotor tidak lekas tertutup
  • Hasilnya bisa langsung diliha
Kekurangannya menggunakan kertas amplas basah:
  • Waktu pengeringan lebih lama
  • Tempat kerja jadi becek
  • Harus menyediakan air
  • Pengejaan lebih lama dan butuh isolasi
  • Kertas amplas tidak tahan lama
BERIKUT INI CARA MENGAMPLAS YANG BAIK DAN BENAR
  •  Pilih kertas amplas yang sesuai, kemudian potong menjadi 4 bagian
  • Pegang kertas amplas, jika menggunakan landasan maka sisi kertas amplas harus        dipegang rapat landasan jangan menggunakan bahan yang keras (kayu / besi)
  • Tekan kertas amplas secukupnya kemudian gerakkan pada permukaan. Untuk permukaan yang rata, gunakan landasan yang rata pula

6.)   BERMACAM-MACAM BENTUK AMPLAS, MATERIAL SERTA KEKASARANNYA.
Berdasarkan bentuk, material serta kekasarannya, amplas diklasifikasi menjadi beberapa aitem yaitu :
a).  Klasifikasi Bentuk, berdasarkan bentuknya amplas dibedakan menjadi tipe roll dan tipe lembaran. Tipe roll ada yang berbentuk membulat dan ada yang berbentuk empat persegi panjang. Demikian juga tipe lembaran dibedakan dalam bentuk bulat dan empat persegi panjang.


7
8

b). Klasifikasi cara pemasangan, berdasarkan klasifikasinya amplas dibedakan tipe adhesive, tipe velcro, dan tipe non adhisive.
c). Klasifikasi material, berdasarkan materialnya perbendaan didasarkan   pada jenis   material belakang dan material partikel abrasifnya.
Berdasarkan material belakang ada empat jenis, yaitu kertas, kertas tahan air, kain, dan fiberglass.
Ditinjau dari  material partikel abrasifnya dibedakan ada yang terbuat dari silicon carbide, dan ada yang terbuat dari oxidized aluminium. Amplas terdiri dari partikel abrasif yang diletakkan pada material backing. Partikel abrasif yang terbuat dari silicon carbide, terpecah-pecah menjadi butiran kecil pada saat pengamplasan, dan secara konstan memunculkan tepian yang baru dan tajam.
Partikel-partikel ini sangat sesuai untuk mengamlpas (sanding) cat yang relatif lunak. Sebaliknya, karena partikel aluminium oxide sangat kuat dan tahan aus, maka material ini sangat sesua untuk mengamplas (sanding) cat yang relatif keras.   Ada dua metode yang digunakan dalam melapisi partikel abrasive pada material backing, yaitu metode lapisan terbuka dan lapisan tertutup. Pada metode lapisan terbuka, ada jarak yang lebih lebar diantara partikel-pertikel. Hal ini memungkinkan partikel yang diamplas terlepas dari partikel abrasif, dan mencegah permukaan amplas menjadi ntersumbat. Metode lapisan terbuka ini terutama digunakan untuk pengamplasan kering (dry-sanding).
Amplas tipe lapisan tertutup memiliki partikel abrasif yang dikemas rapat dan digunakan terutama untuk pengamplasan basah (wet sanding), dimana tidak ada resiko amplas menjadi tersumbat.

d). Klasifikasi Grit (kekerasan)
Nomor grit biasanya dicetak pada bagian belakang amplas. Semakin besar  nomor grit, semakin halus partikel abrasifnya.
Rentang nomor dari nomor grit yang digunakan untuk pengecatan automotif adalah antara #60 dan #2000.


Tabel berikut memperlihatkan perbedaan nomor grit secara umum.
No.grit
#60
#80
#120
#180
#240
#320
#600
#1000
#2000
Tipe pekerjaan
Menghapus Cat








Mengamplas dempul Plastik








Mengamplas surfacer








Mengamplas cepat setelah aplikasi top coat


Sebelum menggunakan amplas, faktor yang sangat penting adalah memilih  nomor grit yang berpengaruh pada hasil kerja, dan seberapa lama pekerjaan dilakukan.
Sebagai contoh pemborosan waktu dan tenaga akan terjadi, apabila amplas dengan kekasaran yang halus, misal #600 digunakan untuk mengupas cat aslinya, apabila top coat diaplikasi setelah mengupas permukaan dengan amplas yang memiliki grit #60, maka tidak akan diperoleh lapisan akhir yang halus, seberapapun lapisan diaplikasikan.
Dalam praktek tanda yang ditinggalkan oleh amplas dengan grit #80 tidak dihilangkan dengan mudah oleh grit #200. oleh sebabitu, yang penting untuk dilakukan adalah berganti pada grit yang lebih halus secara bertahap, sehingga dapat menghilangkan goresan yang ditiggalkan oleh amplas terdahulu.
e). Material sanding tipe lain
Disamping amplas, ada pula material sanding yang lain, yaitu material dimana syntetic fiber dapat dikusutkan seperti felt. Menggunakan adesif, partikel abrasif dikaitkan satu sama lain oleh fiber.
Oleh karena fleksibilitasnya, maka materialini sangat sesuai untuk pekerjaan sanding permukaan yang memiliki konfigurasi panel relatif komplek (rumit), yang tidak mudah dijangkau oleh amplas.
Oleh karena ketahanan air dan keandalannya yang tinggi maka ia dapat digunakan pada pengamplasan basah dan pengamplasan kering


Dari Berbagai Sumber





Mengenal Jenis - Jenis Kain Untuk Sofa



Sofa yang nyaman dan sesuai dengan interior di sekitar ruangan adalah harapan setiap konsumen yang menginginkan produk sofa yang dibelinya memiliki nilai manfaat yang maksimal, pada dasarnya sofa dapat ditempatkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau di kamar tidur, oleh sebab itu warna dan jenis kain sofa yang digunakan pada sofa yang anda beli juga harus cocok dengan kondisi ruangan tersebut, sedikitnya ada tiga jenis sofa meliputi bahan-bahan yang dapat menjadi referensi untuk anda dalam hal memilih sofa yang cocok untuk rumah anda.

Jok Berbahan Kulit

Kulit adalah salah satu bahan sofa meliputi materi yang dianggap sebagai bahan yang paling mahal. Hal ini karena kulit berasal dari kulit sapi kembali dan tidak ada banyak kerutan di permukaan. Ini adalah bahan yang sempurna dari sofa mencakup karena memiliki permukaan yang lembut dan elastis. Selain itu, bahan ini juga memiliki daya tahan tinggi.

Jok Bebahan Kain
Sofa lainnya meliputi bahan yang umum digunakan adalah bahan kain. Ada beberapa jenis kain sofa meliputi, misalnya polyester, katun, Viska, moscrosuede dan serat nilon. Bahan ini sangat cocok digunakan sebagai sofa mencakup karena telah menarik bagi banyak pemilik rumah. Namun, untuk menentukan kain yang tepat untuk sofa Anda, Anda dapat menyesuaikan desain dan kebutuhan.
Dari sekian banyak kain yang ditawarkan, sebagian besar menggunakan bahan moscrosuede yang lebih dikenal sebagai suede. Kain ini memiliki karakteristik yang mirip dengan kulit. Selain itu, hal ini juga lembut untuk disentuh dan tidak panas. kain Sofa lainnya meliputi bahan yang sering digunakan adalah serat nilon. Bahan ini memiliki ketahanan terhadap air. Ini berarti bahwa tidak mudah untuk menyerap air, sehingga akan lembab dan menjaga debu.


Jok Berbahan Sintetis
Jenis bahan sintetis umumnya dikenal sebagai Oscar. Sofa ini mencakup materi juga memiliki karakteristik yang sama dengan kulit, tetapi memiliki daya tahan tidak begitu lama. Meskipun demikian, bahan ini sangat menarik untuk digunakan sebagai sofa mencakup karena memiliki harga yang relatif lebih murah.



Diantara berbagai jenis bahan pelapis sofa yang beredar di masyarakat, bahan kain adalah salah satu primadonanya. Beberapa jenis kain yang memiliki tekstur halus dan mampu menyerap panas tubuh membuat bahan ini terasa nyaman saat diduduki dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, bahan kain juga memiliki motif dan warna yang lebih beragam dibandingkan bahan kulit
Namun, kekurangan bahan ini adalah mudah kotor dan menyimpan debu, sehingga memerlukan perawatan secara berkala untuk menjaga higienitas dan kualitasnya. Berikut ini adalah jenis-jenis bahan kain yang dapat Anda pertimbangkan.

Katun

Katun merupakan jenis kain yang paling sering dipilih sebagai pelapis sofa. Bahan ini terbuat dari tenunan yang semakin rapat jalinan benangnya, akan semakin baik kualitasnya dan nyaman diduduki. Harganya pun cukup terjangkau dan tersedia dalam beragam pilihan warna dan motif.
Kekurangan bahan ini adalah tidak tahan lama karena bahan lebih beresiko cepat robek atau warna memudar dan memerlukan perawatan berkala agar tidak ditumbuhi jamur.

Polyester

Keunggulan bahan ini adalah daya tahannya yang tinggi karena memiliki daya serap yang rendah terhadap air, dan mudah terlipat.

Linen

Rendahnya kemampuan bahan menyerap tinta membuat bahan linen umumnya tampil polos tanpa motif. Bahan pelapis ini sangat lembut, mudah berkerut dan cenderung lebih panas.

Akrilik

Dibandingkan dengan bahan lain, bahan akrilik lebih tahan terhadap panas matahari, cepat kering jika terkena cipratan air, ringan dan tahan lama. Oleh sebab itu, bahan ini cocok digunakan di area outdoor.

Nilon

Bahan ini juga cukup populer sebagai pelapis sofa karena bahannya yang tahan air, tidak mudah robek dan tahan lama.

Chenille

Bahan chenille merupakan bahan yang tengah populer saat ini. Teksturnya mirip dengan bahan corduroy. Meskipun sangat halus, bahan ini tidak tahan air dan sulit dibersihkan jika terkena noda.


Kain Rayon (Viscose)
Rayon atau kain rayon merupakan sejenis bahan kain yang dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Bahan kain tekstil yang memiliki permukaan halus, lembut, dan kuat ini kerap dijadikan penganti kain sutra karena harganya terbilang jauh lebih murah meski mudah terbakar dan rentan terhadap air.

Kain Kanvas
Kain kanvas merupakan sejenis bahan tekstil yang memiliki karakteristik tebal, kuat dan kokoh. Kain kanvas sendiri terdiri atas beberapa macam jenis dengan serat dan ketebalan yang berbeda-beda, mulai dari kain kanvas marsoto, kain kanvas ring, kanvas sueding, dan baby kanvas.



Tip's Memilih Warna dan Corak Sofa Yang Sesuai dengan Ruangan Anda
Warna merupakan faktor yang sangat penting dalam memilih sofa yang cocok untuk ruangan anda, Dalam Hal Ini. Anda dapat memilih warna sofa ruang tamu dengan menyesuaikannya dengan dekorasi ruangan secara umum atau dapat disesuaikan dengan elemen kunci tertentu pada dekorasi ruangan. Bila ingin sesuatu yang agak berbeda, Anda juga dapat memilih warna sofa ruang tamu yang menonjol dan dominan tanpa harus mencocokannya dengan keseluruhan dekorasi ruang tamu. Mari kita lihat beberapa tips untuk memilih warna pada sofa ruang tamu baik di bawah ini.
  1. Warna Netral
Dalam dekorasi yang dibuat untuk menciptakan suasana santai, tenang dan minimalis, warna biasanya tidak digunakan secara maksimal. Di ruang tamu kontemporer ini kita memiliki palet warna yang sangat sederhana dan netral menampilkan warna putih, krem dan abu-abu. Contohnya Sofa ruang tamu dalam warna off abu-abu dan memiliki bantal aksen krem yang menonjol secara halus.
Sofa ruang tamu ini bisa juga tetap menonjol meskipun memiliki warna yang sangat sederhana. Untuk membuat hal itu terjadi, Anda harus menempatkan latar belakang yang kontras. Misalnya, sofa ruang tamu berwarna abu-abu diletakan di area karpet putih sehingga mereka akan menonjol meskipun tidak menampilkan warna yang berani.

  1. Sofa Ruang Tamu dengan Warna senada dengan Dinding Ruangan Ditambah Bantal Aksen yang Berani
Sofa itu sendiri dapat berbaur dengan ruangan asalkan memiliki aksesoris yang membuatnya menonjol. Sebuah strategi yang sangat sederhana dan populer adalah untuk memilih sofa dalam warna yang mirip dengan dinding atau warna utama yang digunakan di dalam ruangan dan menghiasnya dengan bantal aksen dalam warna yang berani dan bersemangat. Dalam hal ini, abu-abu dan oranye adalah dua warna yang terlihat indah apabila digabungkan.
  1. Sofa yang Colourful
Jika Anda memutuskan untuk memilih sofa ruang tamu yang lebih berwarna, maka dianjurkan untuk mencocokkan dengan sesuatu dalam ruangan untuk menciptakan koherensi. Contohnya adalah sofa berwarna pirus ( biru kehijauan) yang disesuaikan dengan nuansa jendela disekitarnya yang menampilkan pemandangan langit dan pepohonan.

  1. Warna Alam
Merupakan ide yang bagus untuk membawa nuansa alam ke dalam sofa ruang tamu. Ruang tamu yang memiliki pemandangan yang indah dapat menggunakan warna-warna yang sesuai dengan yang terlihat melalui jendela. Sebagai contoh, apabila anda memiliki ruang tamu yang didekorasi dengan nuansa warna alam seperti hijau dan biru, yang juga memiliki halaman yang indah. Sofa yang terbaik untuk ditempat di ruangan ini adalah warna hijau rumput. Menarik juga untuk bermain dengan warna-warna alam lain seperti warna bumi misalnya beige, cokelat dan abu-abu. Warna-warna bumi yang bersahaja bisa menjadi kunci untuk menciptakan suasana hangat dan nyaman di ruang tamu Anda.


Membuat Bubutan Ukiran Dekorasi Mebel Dengan Mesin CNC ROUTER


















Tehnologi perkayuan semakin maju, untuk membuat ukiran pada permukaan kayu maupun permukaan panil MDF tidaklah sulit, dalam waktu beberapa menit saja design ukiran yang anda inginkan sudah dapat di applikasikan di permukaan furniture kesayangan anda, di bandingkan jaman dahulu kala dimana untuk membuat ukiran seperti ini diperlukan ahli pahat, namun saat ini dengan mesin bertehnologi CNC semuanya bisa di kerjakan dengan sangat mudah. Mesin CNC yang merupakan singkatan dari Computer Numerically Controlled, bermula dari tahun 1952 yang dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts, atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat. Pada awalnya Mesin CNC ini digunakan untuk membuat alat kerja khusus yang rumit. Semula perangkat Mesin CNC memerlukan biaya yang tinggi dan volume unit pengendali yang besar. Pada tahun 1973, Mesin CNC masih sangat mahal sehingga masih sedikit perusahaan yang mempunyai keberanian dalam mempelopori investasi dalam teknologi ini. Dari tahun 1975, produksi Mesin CNC mulai berkembang pesat.

Perkembangan ini dipacu oleh perkembangan mikroprosesor yang semakin canggih, sehingga volume unit pengendali kontroller nya dapat lebih ringkas. Dewasa ini penggunaan Mesin CNC hampir digunakan di segala bidang Industri Usaha. Mulai dari bidang Pendidikan seperti Universitas maupun Sekolah Kejuruan, Riset Penelitian, Industri Manufaktur, Bengkel Workshop, Usaha Mebel Interior Furniture, Industri Advertising dan Kreatif, dan masih banyak lainnya yang mempergunakan Mesin CNC yang sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak dan sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol) sesuai standart ISO. Sistem kerja teknologi CNC ini akan lebih sinkron antara komputer dan mekanik, sehingga bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang sejenis, maka mesin perkakas CNC lebih teliti, lebih tepat, lebih fleksibel dan cocok untuk produksi masal. Dengan dirancangnya Mesin Perkakas CNC dapat menunjang produksi yang membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi dan dapat mengurangi campur tangan operator selama mesin beroperasi.

Numerical Control (NC) adalah suatu format berupa program otomasi dimana tindakan mekanik dari suatu alat-alat permesinan atau peralatan lain dikendalikan oleh suatu program yang berisi data kode angka. Data alphanumerical menghadirkan suatu instruksi pekerjaan untuk mengoperasikan mesin tersebut. Numeric Control (NC) mengatur kendali mesin atas dasar informasi digital. NC bermanfaat untuk produksi rendah dan medium yang memvariasikan produksi item, di mana bentuk, dimensi, rute proses, dan pengerjaan dengan mesin bervariasi.

Hampir Sebagian besar pabrik furniture saat ini sudah menggunakan mesin - mesin bertehnologi CNC dan sejalan perkembangan design moderen mesin CNC ini semakin dimanfaatkan dengan maksimal untuk menghasilkan karya furniture yang bernilai seni tinggi.


Proses Pengeringan Kayu Dengan Kiln Dry Secara Bertahap

Untuk mendapatkan kwalitas bahan baku kayu yang baik, kayu yang digunakan untuk proses pembuatan furniture harus di keringkan dengan sempurna, salah satu proses pengeringan kayu yang moderen adalah dengan metode kiln dry atau pengeringan konvensional di mana pengeringan kayu dilakukan secara bertahap hingga mencapai tingkat kandungan kadar air pada kayu tersebut yang sangat minim, dengan demikian bahan kayu yang di keringkan tersebut menjadi lebih awet hingga puluhan tahun, kayu menjadi lebih ringan dan tidak mudah pecah, selain itu larva - larva kutu yang ada di dalam kayu pun ikut mati seiring proses pengeringan dengan temperatur hingga 100 derajat celsius, dengan proses pengeringan ini, maka bahan kayu yang di pergunakan untuk membuat mebel akan lebih tahan terhadap serangan jamur. Inti dari pengeringan konvensional adalah mengatur agar temperature/suhu udara di luar dan permukaan kayu pada level tertentu (60-100 derajat celcius) sehingga membuat air di dalam kayu menguap secara perlahan - lahan. Bagaimana cara chamber atau ruang pengering kayu ini bekerja ? mari kita simak bersama di bawah ini :


Kiln Dry adalah suatu ruangan untuk pengeringan kayu. Menurut metode dan peralatan yang digunakan untuk pengeringan kayu maka kiln dry dapat dibagi menjadi : 1. Kiln dry konvensional, Seperti terlihat pada gambar disamping ini metode ini yang paling banyak digunakan untuk pengeringan kayu, dimana pengeringan dilakukan dalam ruangan dengan menggunakan pemanasan (heater) bertahap dibarengi dengan pengendalian kelembaban udara ruangan secara bertahap sesuai schedule pengeringan dari kayu. Sumber panas berasal dari Boiler dapat berupa Hotwater Boiler, Steam Boiler atau Thermal Oil Boiler. 2. Dehumidifier Kiln dry Metode ini menggunakan alat dehumidifier atau alat yang mampu menyerap udara lembab dalam ruangan, caranyanya adalah dengan melewat udara pada suatu "codenser" pada alat dehumidifier dimana udara yang lewat akan mengembun pada permukaan "condenser". Jadi kandungan uap air diserap oleh "condenser" kemudian dialirkan keluar, karena udara disekitanya lebih kering maka kandungan air dalam kayu bergerk keluar ke udara dan diserap oleh condenser. 3. Vacuum Dryer Metode hampir sama dengan metode konvensional menggunakn heater, hanya bedanya kayu dimasukkan kedalam ruangan/tabung vakum untuk mempercepat keluarnya kandungan air didalam kayu.


Boiler menyalurkan uap panas ke dalam ruang pengeringan dengan kecepatan tertentu dan suhu tertentu. Uap panas ini membuat sehu udara di dalam Kiln Dry chamber meningkat. karena ukuran dan colume ruang yang besar, terdapat kipas di dalamnya untuk membuat aliran sirkulasi udara panas merata di dalam ruangan. Agar udara panas tersebut berjalan melalui sela-sela tumpukan kayu. Itulah mengapa sangat penting memperhatikan cara penumpukan di dalam ruang KD.
Suhu panas tersebut membuat kayu 'berkeringat' dan melepaskan kandungan air ke udara. Terdapat kipas lain yang bertugas untuk mengalirkan udara lembab (dari 'keringat kayu') keluar ruangan kiln dry. Proses ini berjalan terus menerus hingga sebagian besar kandungan air di dalam kayu 'terhisap' ke udara bebas. (lihat skema gambar)


Kayu kering (dried sawn timber) setelah keluar ruang KD harus diletakkan di area yang terlindung dari panas dan hujan. Paling tidak bangunan yang beratap dan tidak bocor. Akan lebih baik kalau terdapat dinding dengan ventilasi udara yang baik.

Tidak Kurang Dari 25 M3/chamber
Apabila anda ingin membangun kiln dry baru, sebaiknya kapasitas setiap ruangan tidak kurang dari 25 M3. Volume kayu ini tidak seimbang dengan biaya yang dibutuhkan untuk proses penumpukan, alat kerja dan energi pemanasan. Terkecuali bila anda telah memperhitungkan biaya tersebut seminimal mungkin sehingga berapapun volume kayu tidak akan membuat anda rugi.


Proses Pengeringan Kayu
Proses pengeringan kayu yang akan dibahas berikut ini adalah pengeringan kayu buatan menggunakan Pengering Kayu Konvensional (Conventional Kiln Dryer). Pengeringan kayu alami maupun buatan merupakan proses evaporasi kandungan air dalam kayu dengan waktu tertentu sesuai dengan kondisi udara di sekitarnya. Karena pengeringan kayu merupakan suatu proses, semua faktor pendukung proses pengeringan sangat berkaitan dan saling mempengaruhi.
Lamanya pengeringan tidak dapat dipersingkat dengan hanya menaikkan temperatur ruang oven (chamber). Pemaksaan ini tidak akan membawa hasil yang memuaskan melainkan akan menimbulkan cacat kayu seperti retak atau pecah. Bahkan dapat terjadi kayu tidak dapat dipakai sama sekali.
 
Faktor pendukung proses pengeringan kayu
Proses pengeringan kayu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, antara lain faktor kayu, faktor penyusunan kayu (stacking), faktor ruang oven (chamber). Faktor kayu meliputi jenis kayu, struktur pori-pori kayu, ketebalan kayu, kadar air kayu awal, dan kadar air akhir. Faktor penyusunan kayu sehubungan dengan ukuran tebal ganjal dan cara penyusunannya dalam oven dan palet. Faktor ini juga dipengaruhi oleh kecepatan sirkulasi udara dalam ruang oven. Faktor ruang oven meliputi sirkulasi udara dalam ruang, energi panas yang dipasok, dan pengaturan kelembaban relatif dalam ruang untuk mengabsorbsi uap air dari dalam kayu.
Faktor-faktor tersebut mempengaruhi kayu dalam menyesuaikan kondisi bagian dalam kayu dengan udara yang ada di sekitarnya, sesuai dengan sifat alami kayu yang higroskopis. Bila kondisi di sekitar kayu terlalu jauh berbeda dengan kondisi dalam kayu, akan timbul ketegangan dalam kayu. Tegangan dalam kayu timbul karena pelepasan kandungan air yang tidak merata dalam kayu. Bila tegangan ini tidak dapat diatasi dengan cara kembang susut sel kayu, struktur sel kayu akan pecah atau retak.
Pengendalian proses penyesuaian kayu terhadap lingkungan di sekitarnya merupakan dasar sistem kerja alat pengering kayu. Pengaturan lingkungan sekitar kayu merupakan juga pengaturan cuaca atau iklim sehingga alat pengering kayu juga disebut sebagai alat pengatur atau pengontrol iklim. Pada prinsipnya, penyesuaian kayu pada kondisi iklim yang dibuat, tidak boleh terlalu dipaksakan. Seperti yang telah diuraikan di depan, faktor pembanding tingkat penyesuaian kayu terhadap kondisi iklim di sekitarnya disebut gradient pengeringan. Besar nilai gradient pengeringan menunjukkan perbandingan antara kadar air kayu saat ini dan kadar air keseimbangan yang dituju sesuai dengan iklim yang diprogramkan pada oven.

Proses pengeringan kayu secara umum
Proses pengeringan kayu buatan  secara umum ada 6 tahap, yaitu pemanasan awal (preheating), pengeringan sampai titik jenuh serat (drying down to fiber saturation point), pengeringan dari titik jenuh serat sampai kadar air akhir (drying down from fiber saturation point to final moisture content), pengkondisian pada kadar air akhir (conditioning at final moisture content), pemerataan atau penyamaan kadar air kayu (equalizing),pendinginan dan pembongkaran kayu (cooling down and discharge of timber stack).

1.    Pemanasan awal (preheating);
Kadar air kayu di atas titik jenuh serat mempunyai kandungan air ≥ 30%. Kayu yang akan melalui proses pengeringan buatan mempunyai kadar air antara 40% –70%, sedangkan kadar air rata-rata berkisar antara 50% - 60%.
Pada tahap pemanasan awal, kayu dibasahi lebih dulu dengan jalan menyemprotkan air ke dalam oven dan temperatur diatur agak panas, kira-kira 35˚– 40˚C. Air akan menguap dan membentuk kabut uap air yang pekat sehingga udara akan menjadi berkelembaban tinggi.
Permukaan kayu akan menjadi basah, sehingga tegangan dalam kayu akan mengendur. Proses ini dapat menghilangkan perbedaan tegangan dalam kayu yang timbul pada saat pengeringan alami.
Lama proses pemanasan awal berkisar antara 2 – 12 jam, bergantung pada jenis kayu dan tebal kayu. Kayu yang berwarna terang dan mudah terserang jamur atau kayu yang mempunyai zat ekstraktif minyak, sebaiknya tidak disemprot dengan air, cukup dengan pengkondisian temperatur awal yang rendah 30˚C.

2.    Pengeringan sampai titik jenuh serat (drying down to fiber saturation point);
Titik jenuh serat berkisar antara 21˚C–30˚C, bergantung dengan jenis kayu yang dikeringkan. Kayu dikeringkan mulai dari kadar air 50˚C–60˚C menjadi 21˚C–30˚C. Dengan demikian, nilai gradient pengeringannya sangat tinggi dan mempunyai resiko terjadinya tegangan dalam kayu karena air inti kayu yang terblokir tidak dapat keluar. Penggunaan temperatur tinggi harus dihindarkan. Kipas-kipas udara untuk mensirkulasikan udara dalam oven harus dimanfaatkan. Temperatur maksimal yang digunakan berkisar 40˚C–55˚C.

3.    Pengeringan dari titik jenuh serat sampai kadar air akhir (drying down from fiber saturation point to final moisture content);
Tahap pengeringan bawah titik jenuh serat sangat riskan karena pada tahap ini, kayu mulai melepaskan kandungan air terikatnya. Bila kandungan air terikat dalam dinding sel mulai terevaporasi, kayupun akan bergerak menyusut. Untuk itu yang harus diwaspadai adalah perubahan bentuk. Proses evaporasi harus dikendalikan agar tetap merata pada keseluruhan permukaan kayu sehingga tidak terjadi perbedaan ketegangan dalam kayu.
Temperatur dan kelembaban relatif dikendalikan dengan gradient pengeringan yang tidak terlalu besar. Kadar air 21% 30% harus dapat diturunkan lagi sampai kadar air akhir 6% 8%, sesuai dengan kebutuhan. Temperatur yang digunakan untuk kayu yang mempunyai kandungan zat ekstraktif, sebaikanya antara 55°C 60°C,untuk menghindarkan noda-noda warna atau perubahan warna kayu. Pada kayu normal, temperatur diprogramkan mulai dari 55°C 70° atau 80°C. Sedangkan pada kayu lunak (pinus, sengon) dapat diatur lebih tinggi lagi, 90°C 120°C,untuk mempercepat proses pengeringan kayu (sistem pengeringan kayu temperatur tinggi).

4.    Pengkondisian pada kadar air akhir (conditioning at final moisture content);
Tahap ini adalah tahap penurunan sedikit persentase kadar air kayu di bawah target yang ditetapkan dengan cara sedikit menaikkan temperatur dan mengendalikan kelembaban relatif sedikit kering. Dengan demikian kadar air kayu maksimum adalah kadar air yang ditargetkan. Kayu yang kering akan mempunyai kadar air kayu lebih rendah dari target.

5.    Pemerataan atau penyamaan kadar air kayu (equalizing);
Tahap ini adalah penyemprotan air ke dalam oven sehingga permukaan kayu menjadi sedikit basah. Proses ini adalah untuk menghilangkan tegangan-tegangan dalam kayu akibat kurang meratanya kadar air dalam dan permukaan kayu.
Pada akhir proses, kadar air permukaan kayu mencapai 5% 6%, tetapi pada bagian inti kayu masih 8%. Perbedaan 2% atau 1% dapat disamakan dengan cara pembasahan (water spray) sehingga permukaan kayu juga mempunyai kadar air 8%. Tegangan dalam kayu akan terbebaskan.

6.    Pendinginan dan pembongkaran kayu (cooling down and discharge of timber stack).
Tahap ini adalah tahap penurunan temperatur perlahan-lahan dan penjagaan ketetapan sirkulasi udara dalam ruang oven. Kemudian pintu oven dibuka sedikit sementara kipas sirkulasi tetap dijalankan. Kayu yang panas dapat pecah atau retak bila perubahan udara di sekelilingnya terlalu mendadak. Setelah proses pendinginan, sebaiknya kayu didiamkan ± 1 (satu) minggu sebelum proses produksi berikutnya.
Tahap-tahap pengeringan kayu secara khusus harus menyesuaikan jenis kayu yang dikeringkan pada kelompok jenis kayu. Pengelompokan jenis kayu ini berbeda-beda menurut teknologi produsen alat kontrol oven (electronic kiln controller).
Jenis-jenis kayu dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), 5 (lima), dan 7 (tujuh) kelompok proses pengeringan. Tetapi yang penting adalah gradient pengeringan dan jenis kayu itu sendiri. Makin tinggi nilai gradien pengeringan kayu, berarti kayu harus makin mudah dan cepat dikeringkan. Bila nilai gradient kayu sangat rendah, berarti kayu tersebut tergolong sulit dan lama dikeringkan, berpori-pori kecil, serta mudah pecah.

Sumber :
A.Dodong Budianto, Sistem Pengeringan Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1996.



Untuk mengetahui apa yang terjadi dan proses detil apa yang harus dilakukan agar kandungan air di dalam kayu keluar dan terlepas ke udara, berikut penjelasannya.
Sumber Panas
Teknologi yang ada saat ini terdapat berbagai jenis sumber panas untuk kiln dry. Pada sistem traditional, panas berasal dari sebuah tungku atau ruang pembakaran dengan bahan bakar kayu sisa. Energi panas yang dihasilkan oleh api pembakaran kemudian disalurkan melalui saluran cerobong dengan penghantar kipas. Jenis sumber panas yang lain berasal dari uap air (steam). Untuk memperoleh panas dari uap air maka dibuatlah sebuah boiler (tungku air berukuran besar) yang dipanaskan mengunakan api pembakaran berbahan bakar kayu atau bahan bakar lain. Kemudian uap air tersebut disalurkan melalui pipa-pipa boiler ke seluruh ruangan pengering. Pipa-pipa tersebut disusun berjajar sehingga diperoleh akumulasi suhu yang stabil.


Distribusi Udara
Kipas menjadi salah satu bagian penting dalam sistem distribusi dan stabilizer proses pengeringan kayu. Posisi dan jumlah kipas diatur sedemikian rupa sehingga penyaluran hawa panas di dalam ruang pengering (chamber) tersalur rata dan stabil.
Terdapat beberapa kipas yang bertugas untuk menarik panas uap air, kipas lain bertugas untuk sirkulasi di dalam chamber dan terdapat pula kipas-kipas untuk mengeluarkan udara 'jenuh' ke luar ruangan. Udara jenuh artinya udara yang memiliki kelembaban tinggi dikarenakan kandungan uap air yang berasal dari kayu.

Pada sistem pengeringan yang lebih maju, susunan dan sistem sirkulasi telah berhasil mengatur agar suhu udara terjaga dengan menggunakan semaksimal mungkin hawa panas yang telah tersalur. Dalam hal ini biaya operasional untuk pembakaran boiler bisa dihemat.


Hasil gambar untuk pengeringan kayu


Chamber
Ruangan pengering berperan untuk menjaga kestabilan suhu udara agar tidak tercampur udara luar. Chamber yang baik harus senantiasa dijaga lantainya agar tetap kering dan bersih, terhindar dari aliran air. Lantai perlu dibuat agak miring ke depan (pintu) agar apabila terdapat aliran air (biasanya dari air kayu) akan mengalir ke luar ruang pengering. Pintu ruang pengering harus mampu menyegel udara dari dalam agar tidak keluar dengan mudah.


Heating Up
Untuk hasil terbaik, pada awal proses tidak disalurkan panas yang tinggi. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan periodis. Biasanya diawali dengan suhu sekitar 40-50 derajat celcius kemudian disusul menjadi 70-80 derajat celcius pada pertengahan proses. Suhu ini harus dijaga agar tidak berubah terlalu drastis dalam waktu yang terlalu singkat. Oleh karena itulah sebaiknya setiap kiln dry diharuskan adanya pengawasan selama 24 jam (selama terdapat kayu di dalam ruang pengering) untuk menjaga distribusi panas.

Hasil gambar untuk chamber pengering kayu

Alat Bantu
Pada sistem tradisional, terdapat pintu kecil di bagian belakang chamber untuk dibuka sewaktu-waktu untuk pengecekan kadar MC. Cara ini mempengaruhi kinerja kiln dry karena banyak udara panas yang keluar pada saat pintu tersebut sering dibuka. Waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan menjadi lebih lama dari yang seharusnya. Pada metode yang lebih baik saat ini, cukup menyambungkan 2 jarum pengukur kadar air dengan kabel dan dihubungkan dengan alat ukur di luar ruang pengering. Peralatan ini biasanya bisa ditemukan di dinding belakan chamber.

Jarum pengukur tersebut bisa berjumlah lebih dari satu pasang dan dipasangkan pada beberapa batang kayu pada lokasi acak. Hal tersebut bertujuan agar informasi kadar air yang dihasilkan cukup mewakili keseluruhan volume kayu di ruang pengering.


Alat ukur saat ini sudah lebih maju dengan menggunakan sistem komputer sehingga angka yang akan anda lihat di luar chamber lebih akurat dan tepat. Kelebihan peralatan ini adalah kemampuannya untuk mengatur besar kecilnya penyaluran udara/hawa panas ke dalam chamber secara otomatis.
Sistem kontrol manual juga bisa anda dapati pada beberapa kiln dry konvensional. Alat ukur yang digunakan masih menggunakan sistem analog dan pengaturan besar kecilnya volume panas masih manual.

Boiler atau ketel merupakan sumber panas bagi Kiln Dry kualitas maupun kecepatan hasil pengeringan sangat ditentukan oleh Boiler, berikut adalah hal2 yang perlu dipertimbangkan dalam memilih boiler untuk KD :
  1. Tentukan kapasitas KD yang dibutuhkan serta yang kemungkinan ada penambahan dikemudian hari. Perhitungan seperti pada posting energi panas untuk KD.

  2. Pilih akan menggunakan boiler bekas atau baru, kalau boiler bekas tentu harus cermat dalam memilih, peralatan apa saja yang masih dapat dipakai/peralatan apa saja yang harus diganti atau dimodifikasi.

  3. Akan menggunakan bahan bakar apa? apakah : a. Minyak Solar (menggunakan burner untuk pembakaran solarnya) ; b.Gas (sama seperti solar gas juga menggunakan burner untuk pembakarannya); c.Limbah kayu/serbuk kayu (gambar dibawah terdapat tungku di depannya); d. Batu bara; e. Cangkang sawit; f.Sekam padi. 

  4. Media yang akan dipanaskan apakah menggunakan : a. air panas (hot water); b. Uap air (steam) ; c. Olie (thermal oil). Masing2 mempunyai kelebihan dan kekurang
    annya, dari segi biaya paling murah adalah Hot water. Tapi Hot water boiler umumnya hanya mampu sampai suhu 100 deg celecius, tidak bisa digunakan bila kita memerlukan pengeringan dengan suhu tinggi (90~100 C) dan waktu pengeringan yang cepat. Lebih baik menggunkan Steam Boiler (suhu steam rata2 150 C pada tekanan 6 Bar) hanya saja karena peralatan dan materialnya mempunyai spesifikasi yang lebih tinggi dibanding Hot water Boiler, maka harganya pun lebih mahal

Menentukan Jumlah Fan

Aliran udara dalam Kiln Dry merupakan faktor penting yg ikut menentukan kecepatan dan meratanya hasil pengeringan. Bagaimana menentukan jumlah fan ? hasil pengeringan yang optimal mempunyai kecepatan udara melalui susunan kayu antara 1.5 ~ 2.5 m/s. Kapasitas udara melalui susunan kayu = 3600*V*(p*t/2) m3/jam Dimana : V = Kecepatan aliran udara (m/s); p = lebar ruangan (m); t = tinggi dari lantai sampai batas subceiling (m); Jumlah fan = kapasitas udara /kapasitas fan. 

Contoh : Kiln dry dengan kapasitas 50 m3 seperti terlihat pada gambar diatas : V = 2 m/s; p = 6 m; t = 4m; Kapasitas udara = 3600*2*(6*4/2) = 86400 m3/jam. Axial fan dengan motor 3 kw diameter 800 mm putaran 1450 RPM mempunyai kapasitas sebesar = 25000 m3/jam. Jumlah fan = 86400/25000 = 3.45 ~ 4 buah fan. Ket : Gunakan motor kelas H (tahan panas) dan kabel silicone untuk instalasi listrik bagian dalam kiln dry, untuk menjaga ketahanan kabel terhadap panas sehingga tidak mudah terkelupas

Energi Panas untuk Kiln Dry

Energi panas yang diperlukan untuk pengeringan kayu merupakan jumlah dari dari energi yang dikeluarkan untuk :

1.Panas latent yang deiperlukan untuk menguapkan uap air dari dalam kayu.

2.Panas yang hilang akibat rambatan panas (konduksi) melalui dinding ruangan/lantai.

3. Panas yang hilang akibat membukanya damper /vent untuk membuang kelembaban dari dalam ruangan.

4. Panas sensibel yang diperlukan untuk memanaskan kayu yang akan dikeringkan dan bangunan ruangan kiln dry. Secara keseluruhan berdasarkan perhitungan kebutuhan panas yang diperlukan untuk mengeringkan kayu berkisar antar 2500 ~ 4000 kcal/jam-m3 kayu.

Contoh : Untuk mengeringkan kayu sebanyak 300 m3 diperlukan boiler dengan kapasitas panas sebesar (asumsi panas yang diperlukan 3000 kcal/jam-m3) : 300 m3 x 3000 kcal/jam-m3 = 900.000 kcal/jam. Bila dikonversikan ke steam boiler maka : 900.000/630.000 = 1.42 ~ 1.5 ton steam/jam (uap jenuh) pada tekanan rata2 6 bar.

Bangunan Kiln Dry 

Bangunan Kiln Dry terbuat dari tembok bata atau masonry, kecuali pintu yang terbuat dari aliminium dengan lapisan insulasi glasswool atau rockwool. gambar bangunan KD kapasitas 50m3. Bangunan masonry umumnya dibuat untuk kapasitas 25m3, 50m3, 75m3, 100m3 dan 150m3. atau Kiln Dry seluruh bangunan terbuat dari full aluminium pre-fab dengan dengan lapisan rockwool/glasswool (inslulasi) dan pintu lift and slide.





Konvensional Kiln Dry

Disamping ini adalah gambar potongan dari konvensional kiln dry dengan media panas steam berkapasitas 50m3 kayu gergajian, dengan bagian2nya (klik gambar untuk memperbesar)
1. Adalah Pintu Utama umumnya terbuat dari aluminium frame dengan dinding aluminium corrugated, dan lapisan insulasi (glasswool atau rockwool).
2.Heat Exchanger, berfungsi sebagai penukar panas terbuat dari sejumlah pipa sirip atau finned tube yang didalamnya mengalir uap panas (steam), air panas, atau Oli panas (thermal oil) sebagai media pengahantar panas dari boiler ke heat exchanger. Gambaran hot water heat exchanger.

3. Damper fungsinya adalah membuang kelebihan kadar air udara didalam ruangan kiln dry, berbentuk persegi 500x500mm atau silinder dia.500 didalamnya ada flap yang dapat membuka dan menutup digerakkan oleh servomotor.
4.Fan fungsinya adalah mengalirkan udara panas dalam kiln dry agar dapat mengalir melalui celah-celah tumpukan kayu (stacking). Ukuran fan umumnya 800mm, 900mm, 1000mm dan 1200mm terbuat dari aluminium cor.
5.Subceiling, adalah pembatas antara ruang fan dan stacking kayu
6.Spray System, adalah untuk menambah kelembaban udara dalam ruang KD media yang di spray dapat berupa air dingin/panas atau uap jenuh (saturated steam).
7.Door Carriage, pengungkit pintu. Pintu yang di-ungkit akan menempel pada carriage ini dan di geser untuk membuka ruangan KD
8.Pintu Kontrol , terletak dibelakang KD berukuran kecil 700x900mm cukup untuk dialalui tubuh manusia untuk kontrol dalam ruang KD
9.Aparatus inlet steam , terdiri dari valve (globe), strainer, aktuator valve, dan valve
10.Pipa inlet steam, pipa inlet menuju heat exchanger
11.Header, adalah pipa pengumpul inlet steam dari boiler masuk kedalam header ini, kemudian dari header dengan pipa yang lebih kecil menuju masing-masing KD.
12.Kontrol, panel kontrol yang berfungsi memonitor temperatur, kelembaban udara, dan kadar air kayu di dalam ruang KD. 


Dari Berbagai Sumber

Trend Gaya dan Model Furniture Multifungsi Moderen Minimalis

Perkembangan dunia properti ternyata berbading lurus dengan pekembangan dunia design mebel atau Interior Furniture, dimana kenyataan membuktikan bahwa dewasa ini, rumah atau apartement yang di tawarkan khususnya di perkotaan memiliki luas yang sangat terbatas, karena pada kenyataannya Lahan untuk membangun hunian di perkotaan memang semakin terbatas akibatnya penghuninya harus pandai - pandai memilih mebel atau furniture yang kelak akan mereka tempatkan di ruangan yang tersedia di rumahnya. Model Furniture seperti apa yang berkembang saat ini ? dan bagaimana caranya anda memilih furniture yang tepat dan efisien untuk rumah anda ? 


Ide Furniture multifungsi sebenarnya sudah mulai berkembang 10 tahun yang lalu di kota - kota metropolitan seperti di Jepang dan Korea Selatan, namun pada awal tahun ini penduduk metropolis di indonesia mulai tertarik untuk menggunakan Furniture multifungsi seperti ini, selain masih memiliki pilihan kepada design furniture minimalis mereka cenderung sudah meninggalkan design furniture klasik yang berbobot berat dan terkesan memakan tempat. Hanya tinggal beberapa gelintir orang yang masih setia dengan furniture model jadul dan klasik mengingat nilai seni dan sejarah dari furniture tersebut yang mereka sukai serta mereka pertahankan. selebih generasi muda saat ini sudah mulai berubah dengan gaya hidup yang lebih minimalis dan efisien.




Konsep Meja Multifungsi seperti ini ternyata memiliki manfaat yang cukup signifikan terutama bagi mereka yang menginginkan sesuatu yang praktis, ketika membutuhkan tempat duduk untuk bersantai maka tinggal meja tersebut tinggal di bentuk menjadi kursi santai dan mereka bisa meletakan bantalnya untuk alas sandaran dan dudukan agar lebih nyaman.

Pada Dasarnya konsep Furniture Multifunsi seperti ini selain  menghemat ruang ternyata furniture multifungsi ini juga akan menghemat biaya, tentunya tentunya anda harus tetap mempertimbangkan baik-baik barang apa saja yang diperlukan dan bisa dijadikan konsep furniture 2 in 1 atau 3 in 1 di rumah anda kelak.


Untuk menambah wawasan anda, selanjutnya anda dapat melihat lebih banyak lagi contoh - contoh furniture Multifungsi seperti ini di  SINI



Bagi anda yang gemar membaca, terkadang buku - buku yang anda baca berserakan di mana - mana- agar anda tetap nyaman menikmati bacaan anda dan buku - buku yang anda miliki tidak berserakan ke mana - mana atau menumpuk di atas meja, maka Berikut ini adalah salah satu contoh Kursi Multifungsi sebagai Rak Buku yang bisa anda pertimbangkan untuk mengisi rumah moderen anda.






Kesimpulannya, Furniture merupakan elemen pelengkap sebuah ruang yang dapat mendukung aktivitas pengguna ruang di dalamnya. Furniture yang melengkapi interior sebuah rumah setidaknya berupa meja, kursi, lemari, dan tempat tidur. Jenis furniture yang digunakan tentu saja harus disesuaikan dengan fungsi ruang sekaligus aktivitas yang dilangsungkan di ruang tersebut.

Di jaman Moderen ini, sering kali kita menemukan masalah dengan pemilihan furniture yang tepat, terutama bagi Anda yang memliki rumah RSSS ( Rumah Sangat Sempit Sekali ) Ukuran rumah yang mungil akan menuntut kita untuk lebih bijak dalam memilih furniture yang tepat, dari segi ukuran maupun penggunaan. Penggunaan furniture yang multifungsi menjadi pilihan  yang tepat untuk diaplikasikan di rumah mungil Anda. Selain penggunaannya yang bermacam-macam, furniture multifungsi juga biasanya memiliki desain yang unik. Mari Kita Mencari tahu Lebih banyak tentang Trend Gaya dan Model Furniture Multifungsi Moderen Minimalis saat ini.





Dari Berbagai Sumber

Tip's Menata Ruang Tamu Agar Tampak Unik dan Menarik

Ruang tamu yang tampak rapih, bersih, menarik dan unik akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, karena citra ruang tamu yang nyaman akan membuat tamu merasa nyaman dan betah berada di ruang tamu anda, terkadang anda akan merasa bahwa menata ruang tamu itu di perlukan keahlian di bidang interior dan di dukung dana yang cukup banyak, karena harus membeli sofa dan accesories interiornya, tidak selamanya menanta ruang tamu itu harus keluar uang yang banyak. Masalah yang kedua adalah masalah ukuran ruangan yang sempit tapi harus di isi sofa yang besar sehingga kondisi ruang tamu yang anda miliki terkesan sangat biasa saja, bahkan terkesan terasa sumpek dan agak berantakan, Bagaimana menatanya dengan baik, marilah kita coba Tip's Menata Ruang Tamu Agar Tampak Unik dan Menarik berikut ini :


Jika Ruangan anda Tidak begitu Besar, sebaiknya pilihlah desain dan jenis furniture dengan ukuran kecil dengan model minimalis. Hal ini merupakan hal utama yang harus pilih, karena desain furniture yang terlalu besar akan membuat ruang tamu anda semakin sempit dan sumpek, karena Furniture dengan ukuran yang simpel dengan warna netral seperti putih dengan kombinasi warna coklat pada meja tamu, akan memberikan sebuah kesan yang lebih luas pada ruang tamu. Anda juga menambahkan hiasan dinding dengan motif bingkai yang besar untuk mempermanis tampilan ruang tamu.

Selanjutnya anda harus berusaha memahami teknik penyusunan furniture yang tepat. Pastikan terlebih dahulu bagaimana bentuk ruang tamu anda, apakah cenderung memanjang atau berbentuk lebih persegi atau lebar. Jika ruang anda cenderung memanjang anda bisa menggunakan susunan sudut ataupun berhadapan secara sejajar. Jika cenderung persegi anda bisa gunakan dengan teknik sudut empat untuk tata furniture anda, karena Teknik tata ruang dengan susunan furniture yang tepat, selain menghemat tempat bisa juga membuat ruang tamu anda lebih tersusun rapi dan memberikan kesan yang nyaman.


Langkah Berikutnya pilihlah warna netral seperti putih. Warna – warna netral seperti putih atau krem, sangat disarankan ruang tamu dengan ukuran kecil, hal ini karena warna putih, selain memberi kesan luas dan bersih, secara psikologi juga memberian sebuah rapid an tidak berantakan serta sumpek ataupun anda juga bisa menggunakan wallpaper cantik dengan warna yang tetap netral. Anda bisa mengaplikasikan warna putih ini pada dominasi warna dinding ataupun  pada furniturnya sendiri.


Jika anda ingin mencari tema dan desain lain untuk penataan ruang tamu rumah anda berikut kami berikan beberapa contoh design Ruang Tamu yang Unik, Minimalis, Moderen dan Menarik.


Design Ruang Tamu Gaya Kotak Dan Geometrik



Dalam mendekorasi ruang tamu minimalis pemilihan perabot hendaklah yang penting-penting saja sehingga tidak menghilangkan kesan elegan, sederhana dan modern di rumah anda. Pemilihan warna, penataan lampu, hiasan dinding dan sofa juga memegang peran vital untuk model ruang tamu yang minimalis.


Design Ruang Tamu Gaya Radiant Oval




Jika Anda memang senang bermain dengan seni, anda bisa mewujudkannya dengan dekorasi ruang tamu yang elegan dan indah. silahkan tunjukkan kreativitas Anda untuk menciptakan ruang tamu yang modern tetapi tetap memiliki unsur yang harmonis.


Design Ruang Tamu Gaya Klasik Dengan Ornament Lampu Hias




Desain ruang Tamu akan terasa unik jika anda mau membuat satu titik fokus yang terlihat sangat dominan, misalnya berupa lampu yang berbentuk tidak biasa, Fokus yang baik akan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Pilihlah yang terbaik tapi tidak terlalu berlebihan.


Design Ruang Tamu Gaya Minimalist Monuler



Untuk menambah kesan minimalis pada ruang tamu dan mengakali bentuk lantai atau keramik yang kurang sesuai dengan tema ruang tamu yang sedang didesain, anda bisa menambahkan karpet di bawah sofa dengan pemilihan warna yang gelap, dan sebisa mungkin hindari memasang terlalu banyak pernak-pernik dan hiasan pada dinding maupun pemasangan pigura karena hal tersebut akan membuat ruangan terkesan penuh.



Design Ruang Tamu Gaya Cushion Etude





Tentukan satu focal point di ruang tamu anda, Focal point ini dapat berupa bentuk barang yang unik biasa meja tengah atau salah satu benda di tengah ruangan. Dan barang ini akan menjadi bahan untuk menarik perhatian, tamu dan keluarga yang datang atau kerabat yang datang tanpa sengaja pasti langsung dan melihat pandangan titik focal point tersebut.


Design Ruang Tamu Gaya Station Point



Untuk hal yang satu ini tentunya anda benar-benar harus pintar dalam memposisikan sofa yang anda pilih dan pengaturan Design Ruangan Yang Tepat, sehingga ruang tamu anda menjadi terkesan ekslusif dengan design station point ini.


Design Ruang Tamu Gaya Techno



Menjadikan teknologi sebagai daya tarik ruang tamu anda, design yang satu ini memang di kenal cukup moderen dengan menambahkan sebuah teknologi seperti televisi dan cahaya lampu - lampu yang terkesan moderen di dinding  untuk daya tarik ruangan.


Design Ruang Tamu Gaya Glasses






Pantulan cahaya ruangan pada kaca di ruang tamu anda akan memberikan kesan luas, bersih dan moderen, sehingga ruang tamu tersebut terkesan eksklusif, di padukan dengan warna dinding yan berwarna putih akan menambah kesan moderen dan minimalis.


Demikan Tip's Menata Ruang Tamu Agar Tampak Unik dan Menarik dan beberapa contoh design Ruang Tamu masa kini yang bisa kami bagikan.


Artikel ini dirangkum dari beberapa sumber

Jenis - Jenis Finishing Khusus Untuk Furniture



Membeli Furniture tak hanya sebatas mengetahui Bahan yang di gunakan, tetapi alangkah baiknya anda juga memiliki pengetahuan umum seputar lapisan finishing yang di applikasikan di mebel atau furniture yang anda pesan atau anda beli dari toko mebel. Berikut ini kami akan berusaha menguraikan berbagai macam jenis bahan dasar finishing yang pada umumnya di pergunakan di industri mebel, berikut uraian keunggulan dan kekurangan dari setiap jenis bahan finishing tersebut. Sering kali ketika kita membeli furniture baik Kursi, Almari, Tempat tidur dan lain-lainnya kita hanya melihat dari design dan bentuknya saja, sedangkan jenis finishing yang di pergunakan seringkali jarang di permasalahkan.
Jenis - Jenis Finishing Yang Umumnya di Gunakan Di Industri Mebel


Sebelum kita membeli barang - barang furniture untuk rumah kita ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis finishing yang di applikasikan pada barang – barang furniture tersebut

Adapun finishing yang umumnya di aplikasikan pada barang - barang furniture terbagi atas dua macam, antara lain:

         1. Finishing Transparan - Clear finish
         2. Finishing Cat

Yang di maksud finishing cat adalah jenis finising yang menyembunyikan permukaan kayu atau menutupi permukaan kayu sehingga tidak terlihat serat kayunya.finishing cat sendiri ini banyak macam dan ragamnya, antar lain:

         1. Cat Duco
         2. Cat Tembok

Cat Duco

Aplikasi dari cat duco ini bisa menggunakan spray/semprot,dan bisa di kuas akan tetapi hasilnya kurang maksimal, dengan perkembangan cat Duco sekarang ini dapat dibuat motif marmer,motif retak seribu,dan dapat dikombinasikan dalam satu barang di aplikasikan cat duco dan finishing transparan seperti Melamine atau Nc
Kelebihan dari finishing cat duco ini adalah mempunyai banyak pilihan warna dari yang muda sampai yang tua.sehingga kita bisa memilih warna yang benar-benar cocok dan sesuai selera kita,cat duco ini cocok untuk barang furniture minimalis,modern,serta furniture anak-anak,karena baunya tidak menyengat seperti bau finishing Melamine.
Kelemahan dari cat duco ini adalah biayanya sangat mahal menjadikan barang yang di finishing cat duco harga belinya mahal.

Cat Tembok

Aplikasi dari cat tembok ini menggunakan kuas, spray / semprot,
kelebihan dari finishing cat tembok ini  mempunyai banyak ragam pilihan warna dari yang muda sampai tua. sedangkan kelemahan dari finishing cat tembok ini adalah gampang mengelupas pada waktu terjadi benturan sehingga finishing cat tembok ini lebih sering digunakan untuk finishing antik style,yang tidak perlu membutuhkan kerapian dan kualitas yang sempurna

Finishing Transparan – Clear Finish

Adapun yang dimaksud finishing transparan adalah finishing yang menampilkan serat kayunya. Jenis finishing ini banyak macamnya. Akan tetapi yang sering kita jumpai dan yang sering kita gunakan adalah:

                       1.Melamine
                       2. NC
                       3.Politur
                       4.Oil
                       5. P U ( Polyurethane )


KELEBIHAN DAN KELEMAHAN FINISHING TRANSPARAN

Finishing Melamine

Jenis finishing melamine ini jika di aplikasikan dengan baik hasilnya akan halus karena daya tutup pori-pori kayu sangat bagus yang menjadikan barang yang di finishing melamine hasilnya halus dan memberikan kesan mewah.
jenis finishing melamine ini hanya cocok di tempatkan di dalam ruangan atau di dalam rumah,karena tidak tahan terhadap air,dan panas.jika terkena air secara langsung akan membekas putih di bagian yang terkena air.

kelemahan lain dari finishing melamine ini baunya sangat menyengat dan tidak sedap,karena melamine menggunakan dua komponen. atau menggunakan hardener sebagai pengeringnya.dan bahan melamine ini termasuk bahan yang mengandung formaldehyde yang paling tinggi diantara bahan finishing yang lainnya.
jika di dalam ruangan masih terdapat bau yang tidak sedap dari barang yang di finishing melamine ini antisipasinya kita harus membuka jendela dan pintu agar sirkulasi udaranya bisa lancar.

kelemahan lain dari finishing melamine ini jika kita ingin merevisi atau mengubah warnanya kita harus mengampals ulang sampai dasar dan dilakukan penyemprotan atau pelapisan baru.selain itu jenis finishing ini masih belum kuat menahan goresan atau benturan.

Cara aplikasinya bisa menggunakan kuas atau semprot.


Finishing NC

Jenis finishing ini lebih aman dan lebih kuat terhadap air,serta lebih cepat kering.kelebihan lainnya apabila kita ingin merevisi atau merubah warna kita tidak perlu melakukan pengamplasan.ulang. walaupun sudah kering NC ini bisa dikupas atau dihilangkan menggunakan thinner,maka dari itu kita harus berhati hati jika meletakkan seseuatu yang mengandung thiner atau alkohol diatas barang yang di finishing NC ini, kelebihan lain finishing ini aman digunakan untuk barang furniture anak-anak karena tidak berbau.barang yang di finishing NC ini hasilnya akan tampak transparan sampai kelihatan urat kayunya,sehingga jenis finishing NC ini sangat cocok untuk barang Antique style.tetapi FIinishing NC ini masih belum kuat menahan goresan atau benturan.
aplikasinya bisa menggunakan kuas atau semprot.


Finishing Oil

Jenis finishing oil ini adalah jenis finishing yang paling sederhana.dan mudah mengaplikasikannya.bisa mengunakan kuas,direndam atau disiram kemudian dilap mengunakan lap kering atau bisa disemprotkan
jenis finishing oil ini tidak membuat lapisan film pada permukaan kayu dan tidak memberikan aspek apapun terhadap benturan dan goresan.

Finishing Politur

Jenis finishing politur jika di aplikasikan dengan benar dapat melapisi dan mengkilapkan permukaan kayu serta dapat memperindah dan mempertajam pola serat kayunya,dan yang paling penting politur dapat menjaga kestabilan kayu dari pengaruh cuaca di luar ruangan.

pemlituran yang tepat menghasilkan film yang tidak dapat ditembus zat cair,dan uap air.dan juga dapat melindungi kayu dari cahaya dan panas yang langsung maupun tidak langsung.serta politur yang baik tidak dapat diserang jamur.

proses aplikasi politur ini memakai kuas dan kain bal.kelemahannya finishing politur ini masih belum kuat menahan goresan dan benturan.


Finishing PU

Jenis finishing PU ini lebih kuat dan awet dari finishing lainnya,jenis finishing ini lebih tebal filmnya sehingga membentuk lapisan seperti plastik yang benar-benar menutup permukaan kayu.

jenis finishing ini memiliki daya tahan terhadap air,dan panas yang tinggi. menjadikan jenis finishing ini bagus untuk barang mebeldan barang-barang out doors lainnya seperti kusen pintu, jendela, dan lain-lainya.banyak pilihan warna dari yang tua sampai muda.
Proses finishingnya agak mahal sehingga menjadikan barang yang difinishing dengan bahan PU ini jadi lebih mahal.


Finishing Pori Terbuka dan Pori Tertutup (Close dan Open Pore)

Di bawah ini, akan kami sajikan beberapa contoh finishing pori terbuka dan tertutup atau close pore serta open pore. Penjelasan singkat mengenai kedua finishing juga akan kita bahas di bawah ini secara umum.
Finishing Pori Terbuka dan Pori Tertutup (Close dan Open Pore)
Ilustrasi sederhana finishing open dan close pore /grain

Finishing Close Pore / Close Grain

Contoh finishing close pore
Contoh finishing close pore
Sebagaimana namanya, finishing pori tertutup atau close pore adalah jenis finishing benar-benar tertutup secara struktural. Artinya, disini penggunaan dempul (putty) atau wood filler sangat diperlukan. Dempul atau filler tersebut dimanfaatkan sebagai lapisan dasar yang fungsinya menutup lubang-lubang kayu termasuk pori-pori substrat tersebut. Pada tipe finishing ini, warna yang disajikan bisa saja natural atau tidak. Hal tersebut tidak jadi soal karena yang dimaksud close pore ialah secara struktural, bukan penampakan. Finishing dengan keindahan serat kayu masih nampak pun dapat disebut close pore bila lubang porinya sudah benar-benar tertutup.
.

Ciri finishing pori tertutup adalah:

  1. Permukaan rata bahkan halus
  2. Ada penggunaan dempul atau wood filler
  3. Lebih umum dibanding open pore
  4. Proses lebih panjang dibanding open pore
.

Finishing pori terbuka atau Open Pore / Open Grain

contoh finishing open grain

Finishing pori terbuka atau open pore menyajikan pori kayu yang masih terbuka secara struktural. Artinya disini penggunaan dempul maupun wood filler dihindari. Biasanya kita bisa langsung menggunakan stain ataupun clear coat seperti varnish dan plitur shellac. Dan karena itulah, langkah-langkah pembuatannya jauh lebih sederhana. Biasanya tipe finishing ini juga dilakukan oleh orang awam yang sudah mengerti teknik pengecatan.
.

Ciri finishing open pore

  1. Permukaan tak rata
  2. Tak ada penggunaan dempul atau filler
  3. Cara pengerjaan secara umum lebih sederhana

Semoga Bermanfaat

Like us on Facebook

Flickr Images